Pencarian populer

Wajah Penguasa Lahan Senen

Novelis kondang Amerika Serikat Mark Twain pernah berujar, ketidakpunyaan uang adalah akar dari segala kejahatan. Kutipannya itu tampak pas bila diselaraskan dengan yang terjadi di Jakarta. Tak bisa dimungkiri, pusat keramaian di Jakarta identik dengan kejahatan, semisal premanisme.

Premanisme tumbuh dalam wilayah yang menjadi kantong-kantong ekonomi ibu kota. Sebagai contoh wilayah Pasar Senen.

Pasar Senen merupakan wilayah tua Jakarta yang telah menjadi pusat kegiatan ekonomi sedari awal abad 19. Pesatnya kegiatan ekonomi di Senen kemudian mendatangkan beberapa orang yang mengais rezeki dengan cara ilegal. Mereka memalak, mencopet, dan memberlakukan pungutan liar karena tak punya keahlian bekerja.

Namun tak bisa juga semata-mata menyalahkan mereka. Ada beragam faktor yang menyeret mereka ke dalam dunia kriminalitas, seperti yang dialami oleh penguasa bayangan terminal Senen, Rudolf, dan temannya Max (nama samaran). Seperti apa kisah kedua dedengkot terminal Senen ini? Saksikan selengkapnya dalam video di atas.

Simak juga story terkait dalam topik Penguasa Lahan Senen.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: