Pencarian populer

Warga Mulai Turun dari Tempat Tinggi Usai Gempa 7,2 M di Malut

Ilustrasi Gempa Bumi Foto: Shutterstock

Gempa 7,2 magnitudo yang mengguncang Maluku Utara pukul 18.10 WIT membuat warga yang berada di pesisir pantai mengungsi ke ketinggian karena khawatir ada tsunami. Namun, saat ini sebagian sudah mulai turun lagi.

Staf BPBD Halmahera Selatan, Iksan Subur, mengungkapkan saat ini pukul 21.20 WIT, kondisinya sudah mulai membaik.

"Situasinya dalam kota normal biasa saja," kata Iksan saat dihubungi, Minggu, (14/7).

Meski begitu, masih ada warga yang bertahan di area ketinggian. Iksan mengatakan masyarakat yang masih bertahan di ketinggian adalah mereka yang kebanyakan tinggalnya di pesisir.

"Iya, mereka (ada) yang belum kembali ke rumah karena biasa mereka kalau ada gempa begitu sudah (berpikir) tsunami jadi belum mau pulang ke rumah," ujarnya.

Loading Instagram...

Iksan menjelaskan normalnya kondisi tersebut diperkuat dengan listrik yang mulai menyala. Sehingga masyarakat sudah banyak yang beraktivitas seperti sedia kala.

"Memang gempa susulan masih ada tapi kondisi kotanya sudah biasa saja, itu ditandai dengan PLN juga sudah menyalakan lampu, kemudian kendaraan juga sudah seperti biasa," ujar Iksan.

Selain itu, kata Iksan, rencananya malam ini juga ada kapal yang sudah mulai berlayar. Saat ini Pemprov Maluku Utara sedang berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk meninjau langsung ke lapangan.

"Sekarang Pemda sedang rapat koordinasi untuk meninjau langsung kondisi lapangannya karena terjadi gempa yang paling agak kerusakan itu informasinya di bagian Gane," tutur Iksan.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.64