• 0

Wiranto: Tak Perlu Permasalahkan Loncat Angkatan Panglima TNI Baru

Wiranto: Tak Perlu Permasalahkan Loncat Angkatan Panglima TNI Baru


Menko Polhukam Wiranto di TMP Kalibata

Menko Polhukam Wiranto di TMP Kalibata (Foto: Diah Harni/kumparan)
Komisi III menyetujui KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Posisi Hadi sebagai Panglima TNI nanti melangkahi setidaknya empat angkatan di atasnya.
Menko Polhukam Wiranto menilai, jabatan Panglima TNI sepenuhnya merupakan wewenang Presiden. Presiden sudah mempertimbangkan bukan karena rutinitas pergantian angkatan, tapi kebutuhan dalam menghadapi tantangan tugas ke depan. Perbedaan angkatan juga tidak menjadi masalah.
"Saya kira ini tidak perlu dipermasalahkan. Karena kita bicara kapasitas, bicara kompetensi, bicara leadership," kata Wiranto di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/12).
Wiranto menceritakan pengalaman dirinya saat menjadi Menhankam/Pangab. Saat itu, dia melangkahi 7 angkatan di atasnya. Wiranto sebagai angkatan 1968 menggantikan Jenderal TNI Feisal Edno Tanjung yang merupakan angkatan 1961.
Lompatan angkatan juga terjadi saat Presiden Joko Widodo memilih Jenderal Pol Tito Karnavian sebagai Kapolri. Tito memimpin perwira polisi empat angkatan di atasnya.

Hadi Tjahjanto usai fit and proper test

Hadi Tjahjanto usai fit and proper test (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
Wiranto meminta masyarakat tak perlu khawatir dengan kepemimpinan Hadi sebagai Panglima TNI kelak. Bukan berarti ketika Panglima TNI dijabat oleh jenderal dari TNI Angkatan Udara, orientasi pembangunan alutsista hanya fokus pada kekuatan pertahanan udara.
"Kita melihat bahwa setiap Kepala Staf Angkatan itu sudah dianggap mempunyai kemampuan leadership, kemampuan manajerial yang sama. Sedangkan untuk pembangunan kekuatan, matra, itu sudah ditentukan dalam renstra. Jadi tidak mungkin seorang Panglima ngarang sendiri, tidak mungkin," ucap Wiranto.

NewsHadi TjahjantoPanglima TNIWirantoTNI

500

Baca Lainnya