kumparan
6 Feb 2019 14:56 WIB

WN Inggris Penampar Petugas Imigrasi Bali Divonis 6 Bulan Penjara

Bule penampar petugas imigrasi, Auj e-Taqaddas, usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Rabu (6/2/). Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Majelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, menjatuhkan vonis enam bulan penjara kepada Auje-Taqaddas (43). Taqaddas dinyatakan bersalah karena menampar petugas imigrasi.
ADVERTISEMENT
"Terdakwa terbukti melawan aparat hukum yang sedang bertugas sesuai pasal 212 KUHP," kata majelis hakim Estar Oktiviani di ruang sidang, Rabu (6/2).
Saat membacakan salinan putusannya, majelis hakim yang diketuai Estar Oktiviani membacakan poin yang dinilai penting, sehingga sidang berlangsung singkat. Dalam putusannya, hakim menilai perbuatan Taqaddas telah memenuhi unsur-unsur pidana sebagaimana yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam dakwaan yakni melanggar Pasal 212.
Majelis hakim menyampaikan beberapa hal yang memberatkan hukuman Taqaddas. Di antaranya, WN Inggris itu dinilai meresahkan masyarakat, tidak menghargai petugas imigrasi yang sedang bertugas, dan merusak citra pariwisata Bali. Sementara hal yang meringankannya adalah tidak pernah terlibat kasus hukum.
Hukuman ini lebih ringan dibandingkan tuntutan JPU yang menuntut Taqaddas dipenjara 1 tahun.
ADVERTISEMENT
Saat putusan itu dibacakan, beberapa kali Taqaddas menyela hakim karena tak menerimanya. Ia menilai hukuman yang dijatuhkan kepadanya tidak adil, dan meminta rekaman CCTV saat kejadian tetap dibuka. "Ini tidak adil, kamu tidak pernah membuka rekaman CCTV, kamu hanya mendengar kesaksian petugas imigrasi itu," ucap Taqaddas. Merespons itu, Hakim Ester meminta terdakwa selama tujuh hari untuk banding bila tak terima. "Silahkan melakukan banding," ujar Estar. Sementara JPU, Triarta mengatakan, pikir-pikir atas putusan majelis hakim itu.
Sidang kasus dengan terdakwa bule penampar petugas imigrasi, Auj e-Taqaddas, di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Rabu (6/2/). Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Sidang vonis ini dimajukan dari jadwal yang telah ditentukan majelis hakim. Awalnya, sidang putusan digelar pada Senin (11/2) mendatang. Sidang vonis ini juga sudah tiga kali ditunda karena Taqaddas kabur.
ADVERTISEMENT
Jaksa kemudian mencari keberadaan Taqaddas dan akhirnya menemukan perempuan yang berprofesi sebagai peneliti di bidang kedokteran itu di sebuah tempat beberapa waktu lalu. Untuk mencegah Taqaddas kabur, maka jaksa dan hakim sepakat memajukan sidang vonis hari ini.
Bule penampar petugas imigrasi, Auj e-Taqaddas, mengamuk usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Rabu (6/2/). Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Usai sidang digelar, sejumlah petugas dan kepolisian terpaksa membawa keluar Taqaddas dari ruang sidang dan langsung menuntunnya ke sebuah mobil jaksa. Sepanjang perjalanan menuju mobil, Taqaddas berteriak merasa tidak adil. "Ini tidak adil. Saya akan mengajukan banding, tetapi saya tidak tahu bagaimana caranya. Polisi dan jaksa korupsi, karena saya perempuan kalian memperlakukan saya," kata dia. Sementara itu, hakim tidak menahan Taqaddas karena hukaman dia dibawah lima tahun penjara.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan