kumparan
13 Apr 2019 11:36 WIB

WNI di Melbourne Mulai Berikan Hak Pilihnya di Pemilu 2019

Antrean WNI di Melbourne yang antusias nyoblos di KJRI Melbourne. Foto: Dok. Ica
Proses pemungutan suara Pemilu 2019 mulai dilaksanakan di sejumlah negara, salah satunya di Melbourne, Australia. WNI yang tinggal di sana mulai mengantre di luar KJRI Melbourne untuk mengambil nomor antrean.
ADVERTISEMENT
Ica, WNI yang tinggal di Melbourne, mengungkapkan antrian di luar KJRI dimulai sejak pukul 08.30 waktu setempat. Antrean pun semakin mengular karena banyaknya WNI yang mengantri untuk mendapatkan nomor antrean untuk pemungutan suara.
"Jadi antrean di sana sudah mulai dari jam 9 pagi dan semakin siang semakin mengular. Karena banyak yang mengantre, petugas dari KJRI juga ikut membantu mengatur lalu lintas di Queens Lane," kata Ica saat dihubungi, Sabtu (13/4).
Antrean WNI di Melbourne yang antusias nyoblos di KJRI Melbourne. Foto: Dok. Ica
Antrian yang panjang itu juga sempat mendapatkan keluhan dari WNI yang usianya sudah lanjut. Mereka meminta kepada petugas agar dapat dipermudah proses antreannya.
"Ada beberapa WNI senior yang mengeluh karena antreannya sangat panjang. Di antaranya sampai meminta bantuan kepada petugas agar bisa dipermudah proses antreannya," tuturnya.
ADVERTISEMENT
Menurut Ica, petugas cukup responsif dan langsung membantu WNI senior agar tidak mengantri terlalu lama. Mereka kemudian langsung menuntun WNI tersebut untuk langsung masuk ke dalam KJRI.
Suasana TPS di Melbourne, Australia. Foto: Dok. Catherine Damayanti
"Petugas yang di luar yang kelihatan cuma ada 2 yang aku lihat. Mereka cukup membantu sih. 2 WNI senior itu langsung dibantu dan diarahkan ke dalam pintu masuk KJRI," jelasnya.
Ica tidak mengetahui secara jelas berapa jumlah WNI di Melbourne yang memberikan hak pilihnya. Namun, menurutnya, antusiasme WNI cukup tinggi.
"Untuk antusiasnya tinggi banget sih. Dari pagi sudah mengular, ujarnya.
Video
Bahkan, di negara bagian Victoria tercatat ada 12 ribu WNI yang akan memberikan hak pilihnya.
"Kalau persisnya aku enggak tahu berapa. Tapi tadi aku tanya sama teman kakak aku, di negara bagian Victoria yang terdaftar itu ada 12 ribu," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
"Dari pagi itu saja antriannya sudah mengular. Cuma yang sudah mencoblos atau yang lagi antri sampai sekarang aku enggak tau persis berapa banyaknya," lanjutnya lagi.
WNI usai mengunakan hak pilihnya di Melbourne, Australia. Foto: Dok. Catherine Damayanti
Tidak hanya WNI yang tinggal di sana, turis asal Indonesia yang sedang berlibur di sana juga bisa menggunakan hak pilihnya. Para turis harus membawa paspor dan bukti domisili selama berada di Australia. Bukti domisili itu bisa didapatkan dengan membuat statutory declaration dan harus ditanda tangani di hadapan polisi di kantor polisi manapun.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan