kumparan
2 Jul 2018 17:31 WIB

Ada Pengaruh Indonesia di Suzuki Jimny Terbaru

Poster All New Suzuki Jimny (Foto: dok. Suzuki)
Peluncuran Suzuk Jimny terbaru tinggal menunggu hari. Baik penggemar maupun masyarakat seantero negeri seakan menanti kelahiran generasi terbaru mobil legendaris pabrikan berlambang S ini.
ADVERTISEMENT
Namun siapa sangka, dibalik wujudnya yang mengotak futuristik ala Mercedes-Benz G-Class, ada campur tangan dalam negeri menyoal wujudnya untuk tidak meninggalkan karakteristiknya sebagai mobil petualang.
“Kalo untuk Jimny terbaru kemarin kami sudah mensurvei 88 pembeli Jimny generasi ketiga, sejauh ini poin dasarnya adalah harus mempertahankan desain dan gayanya yang ikonik,” kata Head of Brand Development & Marketing Research PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Harold Donnel menjawab pertanyaan kumparanOTO terkait pengaruh Indonesia dalam pengembangan Jimny terbaru.
Selain desain, ada satu aspek lagi yang kabarnya selalu disuarakan Suzuki Indonesia kepada prinsipalnya, yakni meski selalu siap hidup di dua alam, spesifikasi mesin diharapkan berbeda.
Suzuki Jimny (Foto: dok. Carscoops)
“Di sisi lain yang kami minta adalah selalu mengedepankan gaya off road-nya dan itu bisa dijewantahkan pada komposisi mesin yang berbeda atau torsi yang berbeda,” tambahnya.
ADVERTISEMENT
Kabar baiknya SIS akan memboyong Suzuki Jimny generasi keempat ini, hanya tinggal menunggu momentum yang tepat setelah peluncurannya pada 5 Juli nanti di Jepang.
“Indonesia masih tunggu kabar baik dari Suzuki, kapannya kami belum tahu, masih wait and see. Didoakan saja secepatnya bisa datang ke Indonesia,” tambahnya.
Interior All New Suzuki Jimny (Foto: dok. Suzuki)
Menurut Harold, sebagai model yang memiliki potensi besar soal brand Suzuki, Jimny terbaru ini sudah sepatutnya hadir di Indonesia, di samping untuk mengobati rasa rindu penggemarnya.
“Kami berpikir bahwa Jimny ini adalah ikonik yang bisa meningkatkan brand image Suzuki, tidak indah bila produk tersebut tidak masuk ke Indonesia. Setelah peluncuran 5 Juli nanti komunikasi (SIS) ke prinsipal dan pembicaraan prinsipal dengan distributor akan lebih intens lagi (memboyong Jimny terbaru ke Tanah Air),” tutup Harold.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan