Pencarian populer

Ada Wacana TransJakarta Pakai Bus Listrik

TransJakarta (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Pemerintah mulai mendorong agar masyarakat beralih ke kendaraan berbasis energi listrik. Berbagai langkah dilakukan untuk mendukung pengembangan kendaraan listrik, mulai dari menyiapkan infrastruktur pendukung hingga regulasi berupa Peraturan Presiden (Perpres).

Pemerintah juga telah menargetkan di tahun 2025 kendaraan listrik bisa mencapai 20% dari seluruh kendaraan yang diproduksi.

Sejalan dengan itu, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) telah menciptakan bus listrik. Bus ini sudah mulai digunakan sebagai 'bus kuning' untuk antar jemput mahasiswa UI di dalam kampus.

Wakil Ketua Tim Nasional Mobil Listrik dari UI, Mohammad Adhitya, mengatakan pengembangan kendaraan listrik sudah dilakukan pihaknya sejak 2016. Tapi waktu itu pengembangan mobil listrik belum terlalu difokuskan seperti sekarang.

"Kami harap teknologi ini bisa diperluas tidak hanya di UI tapi juga kota besar, misalnya untuk TransJakarta. Mudah-mudahan tidak hanya berkeliling di kampus UI tapi juga bisa dirasakan di Jakarta," ujar Adhitya dalam acara peringatan 53 tahun FTUI di Gandaria City, Jakarta, Minggu (29/10).

Adhitya menuturkan, FTUI menganggarkan dana Rp 3 miliar untuk membuat bus listrik ini. Bus listrik 'Made in UI' menggunakan motor listrik 220 Kilowatt atau 290 Horse Power.

"Bus listrik menggunakan motor-motor kecil digunakan bersamaan modular motor. Kalau bus ini kendaraan listrik bisa satu bus gunakan beberapa motor kecil seri paralel bisa sangat fleksibel," ujarnya.

Ditemui di tempat yang sama, Direktur Operasional TransJakarta Daud Joseph mengapresiasi bus listrik karya FTUI. Ia berharap TransJakarta pun bisa mengembangkan bus TransJakarta listrik.

Selain ramah lingkungan, bus listrik juga lebih efisien. Selama ini operasional bus TransJakarta masih disubsidi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Dengan adanya bus listrik, ini membantu dari sisi biaya operasional. TransJakarta bisa mandiri biaya bila operasionalnya rendah," ujarnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.63