kumparan
23 Jan 2019 15:18 WIB

Almaz, SUV Pertama Wuling yang Pakai CVT di Indonesia

SUV Wuling Almaz resmi mengaspal di Indonesia, tantang CR-V, Pajero Sport dan Fortuner. (Foto: Aditya Pratama Niagara / kumparanOTO)
Tak hanya menambahkan jumlah model yang diproduksi dan dipasarkan di dalam negeri. Wuling juga meng-advanced teknologi pada setiap model barunya, seperti di SUV Almaz yang sudah CVT 8-percepatan.
ADVERTISEMENT
Bisa dibilang, ini merupakan produk Wuling pertama di Indonesia yang menggunakan transmisi modern tersebut. Bukan tidak mungkin, ke depannya produk-produk Wuling lain akan menggunakan transmisi tersebut, seperti Cortez ataupun Confero.
Padahal sebelumnya, model matik Cortez yang diperkenalkan lebih dahulu, masih mengadopsi transmisi intelligent-Automated Mechanical Transmission (i-AMT).
SUV Wuling Almaz resmi mengaspal di Indonesia, tantang CR-V, Pajero Sport dan Fortuner. (Foto: Aditya Pratama Niagara / kumparanOTO)
Sistem i-AMT sendiri sebenarnya merupakan perpaduan antara transmisi manual dan otomatis, di mana tak jauh berbeda dengan konsep transmisi milik Suzuki, yaitu AGS (Auto Gear Shift).
Taufik S Arief, Aftersales Director Wuling Motors menanggapi soal CVT yang dipasangkan di Almaz. Dirinya mengungkapkan, pihaknya komitmen improve produk dari sisi kenyamanan, sesuai selera konsumen, begitu juga dari sisi teknologi.
“Karena itu mengapa kami akhirnya menyematkan transmisi CVT di Almaz. Karena, kami lihat konsumen yang kami sasar ini akan lebih match dengan SUV, Turbo, dan CVT,” kata Taufik, Rabu (23/1).
SUV Wuling Almaz resmi mengaspal di Indonesia, tantang CR-V, Pajero Sport dan Fortuner. (Foto: Aditya Pratama Niagara / kumparanOTO)
Melalui CVT ini, perpindahan giginya bakal terasa halus dibandingkan dengan i-AMT. Bahkan, kata Taufik, pengemudi bisa merasakan itu, meski dipindahkan ke manual sampai 8 percepatan.
ADVERTISEMENT
Cortez CVT
Ketika ditanyakan soal CVT Cortez dan Confero Taufik masih belum mau memberikan kepastiannya. Dirinya mengaku, buat dua model itu mereka masih fokus dengan yang sudah ada sekarang.
“Mengenai mungkin atau tidak itu (Cortez dan Confero CVT) tergantung dari studi dan development,” ujar Taufik.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·