Pencarian populer

Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik?

Mobil Listrik Buatan Ricky Elson. (Foto: Dok. Pribadi Valdy)

Pemerintah mulai mendorong pengembangan kendaraan berbasis listrik. Targetnya, di tahun 2025 porsi kendaraan berbasis listrik ini mencapai 20% dari total kendaraan yang diproduksi.

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 22 Tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional untuk mendukung program mobil listrik. Mobil listrik sudah menjadi tren di banyak negara.

Menurut Wakil Ketua Tim Nasional Mobil Listrik dari Universitas Indonesia, Mohammad Adhitya, mobil listrik adalah solusi untuk masa depan. Ia mengungkapkan berbagai kelebihan yang dimiliki mobil listrik dibanding mobil konvensional.

Pertama, mobil listrik tak menghasilkan emisi karbon alias tidak berpolusi. Kedua, biaya operasinya lebih rendah dibanding mobil berbahan bakar minyak.

"Kelebihannya zero emision, enggak punya knalpot, enggak menghasilkan gas buang. Biaya operasi juga rendah,"kata Adhitya saat dalam acara peringatan 53 tahun FTUI di kawasan Gandaria City, Jakarta, Minggu (29/10).

Selain itu, kendaraan listrik tak bergantung pada satu sumber energi saja, beda dengan kendaraan konvensional yang bergantung pada minyak bumi.

Listrik bisa dihasilkan dari berbagai sumber energi, mulai dari minyak bumi yang tidak terbarukan hingga air yang tak ada habisnya.

"Listrik sangat mudah dihasilkan. Investasi bisa diambil minyak dalam bumi, listrik mudah dihasilkan generator juga bisa, ombak bisa, angin bisa, panas bumi, dan sebagainya," ujarnya.

Dengan begitu, pengembangan mobil listrik akan berdampak positif terhadap kedaulatan energi Indonesia, tak perlu lagi impor bahan bakar yang mahal.

Apalagi Indonesia memiliki banyak sumber energi, baik yang tidak terbarukan seperti minyak, gas, batu bara, maupun yang terbarukan seperti panas bumi hingga angin.

Tapi, kendaraan listrik juga memiliki kekurangan, yaitu pengisian ulang baterai (charging) yang memakan waktu berjam-jam. Baterai mobil listrik pun kemampuan penyimpanannya akan menurun dalam kurun waktu tertentu, sama halnya seperti baterai handphone.

"Tapi lamanya waktu charging sudah ada solusi, misalnya baterai spot, yaitu ganti baterai. Lalu, daur ulang baterai. Setelah beberapa lama pemakaian baterai kemampuannya akan menurun, jadi harus ganti," tutupnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60