Bagaimana Industri Komponen Lokal Bisa Terlibat di Mobil Esemka Bima?

12 September 2019 8:20 WIB
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Presiden Jokowi saat mencoba salah satu mobil Esemka. Foto: Dok. Agus Suparto
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi saat mencoba salah satu mobil Esemka. Foto: Dok. Agus Suparto
ADVERTISEMENT
Jauh sebelum pengenalan pabrik Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) dan model pertamanya, Bima, pada 6 September lalu, Esemka sudah melakukan pendekatan dengan sejumlah industri komponen mobil dalam negeri.
ADVERTISEMENT
Tercatat sudah ada 26 industri komponen yang bakal terlibat dalam pembuatan satu unit Esemka Bima. Daftar ini terpampang jelas di salah satu sudut ruangan PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) di Boyolali, Jawa Tengah.
Komponen Esemka yang Diproduksi PT Solo Manufaktur Kreasi. Foto: Nurul/kumparan
Ketua Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO) Rosalina Faried mengemukakan, proses pendekatan antara Esemka dan pelaku industri komponen yang tergabung dalam PIKKO sudah dimulai awal tahun.
"Kami sudah lakukan sejak awal 2019. Kemudian di bulan Juni-Agustus kami difasilitasi pemerintah ketemu lagi, di awal 2019 tim Esemka mulai ke pabrik kami," buka Rosalina dalam sebuah diskusi yang dihadiri perwakilan Kementerian Perindustrian, Gaikindo, GIAMM (Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor), dan PIKKO di Jakarta, Rabu (11/9).
Diskusi Esemka bersama perwakilan GIAMM, PIKKO, Kemenperin, dan Gaikindo Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Puncaknya pada bulan Juli, 12 dari 122 perusahaan yang tergabung dalam PIKKO yang tersebar di Jawa Barat, sudah melakukan perjanjian atau letter of intens (LoI) dengan Esemka.
ADVERTISEMENT
"Nah dari 12 itu masih ada anggota yang sedang didatangi atau diundang. Mereka ini diajak kerja sama untuk mendukung lokal komponen, tapi belum ada pembicaraan kuantitas," terangnya lagi.
Ke-12 perusahaan yang dijelaskan Rosalina merupakan perusahaan yang memasok komponen di luar mesin, seperti metal, karet, plastik, dan material lain yang ada di interior.
Presiden Jokowi saat mencoba salah satu mobil Esemka. Foto: Dok. Agus Suparto
"Meski 12 perusahaan tapi kalau bagus akan berdampak ke perusahaan lain di bawahnya," tambahnya.
Sisanya dari 26 perusahaan yang sudah terdaftar, merupakan industri yang tergabung dalam GIAMM.
Pekerja merakit mesin mobil di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah. Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
Coba menyinggung mengapa industri tertarik ikut serta sebagai pemasok, pada kesempatan yang sama Sekretaris Jenderal GIAMM Hadi Surjadipradja menjawabnya ringan. "Jangan lupa kami asosiasi, kalau dari saya dikasih bisnis masa iya enggak mau," singkatnya.
ADVERTISEMENT
Berikut ini daftar industri pemasok komponen Esemka Bima:
1. PT INKA-Sasis, tangki, bak 2. PT IMS dan PT Santoso Cipta Dian Prima-Grille 3. PT Nippress Energi Otomotif-Accu (Baterai/Aki) 4. PT Selamat Sempurna-Filter bensin 5. PT Duta Nichrindo Pratama-Filter oli 6. PT Bando Indonesia-Belt 7. PT Gajah Tunggal-Ban 8. PT Yogya Presisi Tekuitama Industri-Emblem 9. PT Fuller Autoparts Indonesia-Starter assy & alternator assy 10. PT Indospring-Per daun 11. PT Dasa Windo Agung-Head lining 12. PT Cikarang Perkasa Manufacturing-Blok mesin & blok transmisi 13. PT Usra Tampi-Dasboard & kemudi 14. PT Samudera Luas Paramacitra-Shockbreaker dan per daun 15. PT Anugerah Berkat Cahaya Abadi-Cat 16. PT Dana Paint Indonesia-Cat 17. PT Tokyo Radiator Selamat Sempurna-Radiator 18. Armada Indah Agung Glass-Kaca 19. Inkoasku-Velg 20. ABC Bawen Karoseri-Jok dan bak 21. Catur Karya Manunggal-Knalpot 22. Pertamina Lubricants-Pelumas 23. Ngawangga Mitra Mulia-Ferro Casting 24. Koperasi Batur Jaya-Drum brake 25. UD. Adi Surya Gemilang-Engine mounting 26. Pasindo-Kampas rem
ADVERTISEMENT