Pencarian populer

Bosch dan Kontribusinya Menurunkan Angka Kecelakaan Kendaraan di Dunia

Bosch Berpartisipasi di Ajang GIIAS 2017 (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

Fitur keselamatan aktif mulai menjadi bahan pertimbangan saat pembelian kendaraan baru. Beberapa fitur yang bekerja mengurangi dan mencegah dampak yang lebih serius saat terjadi tabrakan ini salah satunya dibuat oleh Bosch.

Fitur Anti-lock Braking System (ABS) misalnya, Bosch menjadi perusahaan pertama yang meluncurkan ABS secara global pada tahun 1978 yang langsung dikembangkan oleh pabrikan otomotif khususnya kendaraan roda empat.

Lebih lanjut pada tahun 1984, seakan menjawab kesadaran akan keselamatan berkendara yang terus meningkat, Bosch kembali menyempurnakan ABS produksinya untuk bisa disematkan pada kendaraan roda dua.

Sistem elektronik pada ABS dari Bosch mampu mendeteksi kecenderungan roda yang akan mengunci dan mengurangi tekanan pada rem. Hasilnya, kendaraan tetap terkendali meskipun pengemudi melakukan pengereman penuh pada permukaan jalan dengan daya cengkeram yang bervariasi.

Modul ABS pada mobil (Foto: dok. Your Mechanic)

Hasil riset terbaru dari Bosch dan Universitas Indonesia menunjukkan, apabila semua sepeda motor di Indonesia dilengkapi dengan ABS, dapat mengurangi kecelakaan yang melibatkan sepeda motor hingga 27 persen.

ABS besutan Bosch kini juga menjadi pondasi bagi perkembangan sistem keselamatan kendaraan kekinian. Sebut saja sistem kontrol traksi, Electronic Brake-force Distribution (EBD), Brake Assist (BA), dan kontrol stabilitas (Electronic Stability Program/ESP) yang bekerja berdasarkan sistem ABS.

Test Drive Datsun Cross (Foto: dok: Aditya Pratama Niagara)

Teknologi ESP bekerja dengan mengecek hingga 25 kali per detik apakah mobil sudah benar-benar melaju sesuai arah kemudi pengendara. Bila hasilnya tidak selaras, sistem akan mengintervensi dengan cara mengurangi torsi mesin.

Selebihnya apabila belum mencukupi, sistem akan melakukan pengereman pada masing-masing roda, akibatnya kendaraan dapat melaju dengan aman dan terkendali, alias pergerakannya tidak liar.

Hasil riset internal Bosch juga menyebut, fitur ESP bisa berkontribusi mencegah kecelakaan akibat kendaraan tergelincir hingga 80 persen. Hingga akhirnya pada 1 November 2014, ESP menjadi fitur wajib bagi kendaraan roda empat dan komersil ringan dengan berat 3,5 metrik ton di wilayah Uni Eropa.

Test drive All New Suzuki Ertiga. (Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan)

Fitur tersebut juga akhirnya mulai diterapkan dan diwajibkan pada kendaraan-kendaraan baru di Australia, Kanada, Israel, Selandia Baru, Rusia, Korea Selatan, Jepang, Turki, dan Amerika Serikat.

Secara global, 74 persen dari presentase kendaraan baru di dunia sudah dilengkapi dengan ESP. Bosch juga mencatat sudah memproduksi hingga lebih dari 150 juta sistem ESP dan sejak pertama kali diluncurkan, tercatat sudah lebih dari 457 juta sistem pengereman ABS telah diterapkan pada berbagai kendaraan di belahan dunia.

Peran Bosch dalam keselamatan berkendara

Penerapan teknologi Bosch pada kendaraan bermotor (Foto: dok. Bosch)

Guna meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara, Bosch bekerja sama dengan ASEAN NCAP (New Car Assessment Program) mengampanyekan ABS dan ESP di wilayah Asia Tenggara.

ASEAN Automobile Safety Forum (AASF) 2018 menjadi salah satu bentuk kerja sama BOSCH dan ASEAN NCAP untuk mengurangi fatalitas dan cedera akibat kecelakaan di jalan raya dengan memanfaatkan teknologi terbaru seperti ABS dan ESP yang tersedia pada mobil-mobil keluaran terbaru.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23