kumparan
12 Nov 2018 15:11 WIB

Cara Unik Jusuf Kalla Kenang Mobil Pertama Ayahnya

Mobil pertama milik pendiri Kalla Group, Hadji Kalla. (Foto: Nabilla Fatiara/kumparan)
Ada pemandangan menarik saat kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke Nipah Mall, Makassar, akhir pekan kemarin. Dia sempat melewati dan sedikit bersantai di depan mobil pertama milik ayahnya, Hadji Kalla.
ADVERTISEMENT
Menariknya mobil milik pendiri Kalla Group ini dipajangkan dengan 'bungkus' diecast alias mainan mobil-mobilan. Berdasar informasi yang dikumpulkan, mobil ini sendiri merupakan bagian dari properti Garasi Showroom yang merupakan diler teranyar Kalla Automotive yang baru dibuka minggu pertama Bulan November 2018.
Berdasar informasi yang tertera, mobil ini adalah Opel Rekord produksi tahun 1961 yang warna aslinya adalah biru --saat dipajangkan berwarna hitam-- dan punya pelat nomor khusus, '589 HA'.
Menilik sejarahnya Opel Rekord keluaran tahun 1961 atau yang lebih dikenal dengan Opel Rekord P2 adalah mobil sedan mewah yang masuk kategori eksekutif di Eropa. Mobil klasik ini sendiri diproduksi mulai tahun 1960 dan berakhir pada tahun 1963.
Kemewahan mobil ini salah satunya ditunjukkan lewat pilar A yang sangat tipis untuk menunjang jarak pandang yang lebih baik bagi pengemudinya. Pada masa jayanya mobil ini menjadi mobil terlaris kedua, hanya kalah dari dari Volkswagen Beetle yang legendaris itu.
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Nipah Mall Makassar. (Foto: Nabilla Fatiara/kumparan)
Selain model sedan 4-pintu yang dimiliki oleh Hadji Kalla, terdapat pilihan sedan 2-pintu, dan wagon 3-pintu. Mobil dengan penggerak roda belakang ini punya dua pilihan mesin yang dihadirkan, pertama mesin 4-silinder berpendingin cairan 1.488 cc yang mampu menghasilkan tenaga 50 daya kuda (dk) pada 3.900 rpm. Opsi lainnya adalah mesin 1.680 cc yang lebih bertenaga dan punya output 55 dk pada 4.000 rpm.
ADVERTISEMENT
Meski kalah jauh dibanding mesin mobil modern, Opel Rekord P2 diklaim dapat melaju hingga kecepatan maksimal 140 km/jam.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan