kumparan
25 Jan 2018 15:25 WIB

Daihatsu: Penjualan Mobil Turun di Tahun 2017 karena Faktor Daya Beli

Daihatsu Xenia (Foto: Gesit Prayogi/kumparan)
Data wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) GAIKINDO pada tahun 2017 menunjukkan sejumlah pabrikan mobil mengalami penurunan distribusi ke diler dibanding tahun 2016.
ADVERTISEMENT
Termasuk di antaranya Daihatsu. Adik dari Toyota ini mengalami penurunan mencapai 1,7% atau sekitar 3.000 unit kendaraan. Total dari 189.683 unit pada tahun 2016 menjadi 186.381 unit tahun 2017 . Penurunan angka wholesales ini juga berpengaruh juga pada angka retail. Dibanding tahun 2016, Daihatsu mengalami penurunan lebih parah, sebesar 3,8% tepatnya.
Menanggapi hal itu, Direktur Marketing PT. Astra Daihatsu Motor (ADM), Amelia Tjandra tidak menampik daya beli konsumen sebagai penyebab penurunan angka ini.
“Itu tergantung daya beli, menurut saya daya beli itu sangat penting sekali. Tahun lalu banyak banget model keluar, tapi itu tidak menaikkan jumlah (penjualan) model mobil penumpang,” ujar Amelia saat ditemui pada gelaran Daihatsu National Technical Skill Contest (DNTSC), Rabu, (24/1).
Launching Daihatsu All New Terios (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Meski begitu berkaca dari data wholesales yang sama, Daihatsu bukan satu-satunya yang kesulitan untuk menjual mobil.
ADVERTISEMENT
“Semuanya turun, kamu lihat Toyota turun jauh lebih besar, Honda turun lebih besar karena memang pasarnya turun. Tapi yang main truk, (seperti) Hino naik banyak,” jelas Amelia.
Meski secara umum angka penjualan menurun, Deputy Chief Executive PT. Astra International-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO), Supranoto, menggaris bawahi keberhasilan Daihatsu mempertahankan posisi dua sebagai mobil terlaris berdasar angka retail di pasar otomotif Indonesia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan