kumparan
12 Mar 2019 14:15 WIB

Jaga Jarak, Kunci Aman dari Tabrakan Beruntun

Tabrakan Beruntun di Jalan Raya Puncak Foto: TMC Poldametro
Data yang dibeberkan Korps Lalu Lintas melalui Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri, Brigjen. Pol. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, korban meninggal dunia karena tabrakan beruntun di 2018 mencapai 3.340 orang, dari 1.971 kejadian.
ADVERTISEMENT
Memang, angka kejadian dan korban mengalami penurunan, di mana pada 2017 lalu kecelakaan beruntun ada 1.943 kasus dengan korban jiwa 3.275 orang, tapi tetap saja jumlah tersebut masih terbilang banyak.
Coba saja bila total kejadian tabrakan beruntun pada 2018 dibagi 365 hari atau sepanjang satu tahun, setidaknya ada 5 kejadian dalam satu hari. Sementara korban meninggalnya sebanyak 9 orang per harinya. Mengenaskan.
Data kecelakaan lalu lintas berdasarkan tabrakan beruntun. Foto: Korlantas Polri
Melihat fakta yang ada, pengemudi di jalan nampaknya masih belum semua menerapkan konsep menjaga jarak aman, dan mengakibatkan terjadinya tabrakan beruntun.
Kepada kumparan beberapa waktu lalu, Pakar Safety Driving sekaligus Pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu menyebut, masih banyak pengemudi yang kurang kurang perhatian dan tidak menerapkan cara berkendara dengan perhitungan jarak aman yang dianjurkan.
ADVERTISEMENT
Setidaknya, dengan adanya jarak aman dengan kendaraan lain, pengendara masih bisa memiliki waktu cukup, buat mengantisipasi adanya bahaya dan melakukan pengereman. Salah satunya saat kendaraan di depan mengalami kecelakaan dan berhenti mendadak.
Soal perhitungan jarak paling aman yaitu menggunakan metode 3 detik atau 3 ketukan. Lalu bagaimana caranya, berikut penjelasannya.
Pertama, cari sebuah objek statis seperti pohon atau tiang untuk kamu jadikan patokan menghitung.
Kedua, apabila mendapati kendaraan yang jalan di depan kamu sudah melewati objek yang kamu jadikan patokan, segera mulai hitungan 3 detik.
Ketiga, jika mobil berhasil melewati objek tersebut dalam waktu tiga detik, artinya kita sudah punya jarak aman dengan kendaraan di depan. Namun, bila kurang dari tiga detik, artinya perlu turunkan laju kecepatan kendaraan.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan