kumparan
12 Apr 2018 17:23 WIB

Jawaban Toyota soal Harga C-HR yang Terlalu Tinggi

All New Toyota C-HR. (Foto: Fitra Andrianto/kumparan)
PT Toyota-Astra Motor (TAM) akhirnya merilis C-HR ke pasar dalam negeri pada Selasa (10/4). Mobil berkapasitas lima penumpang ini dijual dengan mesin 1,8 liter dan punya dua pilihan warna.
ADVERTISEMENT
Kehadiran Toyota C-HR justru menimbulkan dua pertanyaan. Pertama, mengapa tak ada varian hybrid pada C-HR untuk Indonesia dan banderolnya yang hampir menembus setengah miliar rupiah.
General Manager Marketing PT TAM, Fransiscus Soerjopranoto meluruskan soal harga yang dianggap konsumen terlalu tinggi ini. Bukan sebab, model yang dianggap sebagai kompetitor Toyota C-HR banderolnya lebih murah.
All New Toyota C-HR. (Foto: Fitra Andrianto/kumparan)
“Keluarnya harga segitu yang pasti tidak asal kami keluarkan,semuanya sudah kami research dan sesuaikan dengan kebutuhan akan produk itu sendiri,” papar Soerjo--- sapaan akrab Fransiscus kepada kumparanOTO, Kamis (12/4).
Ada sejumlah alasan mengapa Toyota C-HR yang sebelumnya dipamerkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) edisi tahun itu punya banderol tinggi. Pertama, unitnya dikirim secara utuh alias completely bulit up (CBU) dari Thailand. Di sana, varian Toyota C-HR 1.8 Entry dipatok 1,039 juta bath atau setara Rp 457 juta. Artinya, harga Rp 488,5 juta untuk varian terendah dan tertinggi Rp 490 juta dianggap masuk akal.
ADVERTISEMENT
Kedua, TNGA (Toyota New Global Architecture) menjadi sebab harga Toyota C-HR tinggi. Sebagaimana kita tahu, ini adalah platform terbaru jenama Jepang itu.
"Dengan adanya platform terbaru yang kami pasangkan di C-HR, rasanya wajar bila kami menjual produk ini dengan harga segitu. Masyarakat perlu tahu kalau platform terbaru ini punya banyak keunggulan yang rasanya tidak dimiliki oleh merek lain," kata Soerjo.
All New Toyota C-HR. (Foto: Fitra Andrianto/kumparan)
Menurut Soerjo, ada lima aspek yang menjadi fokus pada platform TNGA. Platform ini menawarkan keasyikan berkendara berkat peningkatan weight balance dan penempatan pusat gravitasi yang lebih rendah. "Konfigurasi suspensi, yang salah satunya penggunaan double wishbone di belakang menawarkan performa steering dan kenyamanan berkendara," katanya.
Kemudian platform baru ini juga membuat kabin mobil lebih kedap. Sektor akomodasi juga turut jadi perhatian dengan ruang bagasi yang lebih besar dan menawarkan efisiensi BBM berkat mesin dengan teknologi Dual VVT-i (Variable Valve Timing intelligent).
ADVERTISEMENT
Adapun, Toyota C-HR mengemas mesin 2ZR-FBE berkapasitas 1,8 liter DOHC yang mampu memproduksi 139 daya kuda (dk) pada 6.400 rpm dan torsi 170 Nm pada 4.000 rpm. Tenaga dari mesin disalurkan ke roda melalui transmisi otomatis CVT 7-percepatan.
Soerjo menambahkan, teknisi Toyota juga sukses membuat platform TNGA ini mampu menawarkan desain yang berbeda tanpa mengorbankan performa. Terpenting lagi, fitur safety yang dikemas pada Toyota C-HR juga cukup lengkap di kelasnya.
Ya, Toyota C-HR punya 7 SRS Airbags (D+P+S+CSA+D-Knee), Anti-Lock Braking System (ABS), Electronic Brake-force Distribution (EBD), Braking Assist (BA), Vehicle Stability Control (VSC), Hill Assist Control (HAC), Traction Control, Auto-Brake-Hold, Impact Absorbing Structure, Blind Spot Monitor, dan Rear Cross Traffic Alert.
ADVERTISEMENT
"Jadi ya memang, soal platform TNGA yang baru ini, menjadi key point Toyota untuk memasarkan C-HR di Indonesia," tutur Soerjo.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan