kumparan
17 Jul 2019 12:42 WIB

Kampanye Recall Tak Bakal Pengaruhi Penjualan Toyota Rush

Toyota Rush Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Cacatnya sistem programming ECU pada curtain shield airbag atau kontrol pada modul airbag, melanda seluruh Rush baru --lansiran akhir 2017 sampai Februari 2019-- yang dipasarkan Toyota Indonesia. Totalnya ada sekitar 60.000 unit yang terinfeksi.
ADVERTISEMENT
Ini berujung pada pengumuman penarikan kembali untuk perbaikan secara massal atau biasa disebut recall. Pemilik Rush diharap segera ke bengkel resmi sebelum timbul masalah, seperti airbag tiba-tiba mengembang sendiri, seperti misalnya saat ban belakang masuk lubang.
Menanggapi hal tersebut Yagimin, Marketing Division Head Auto2000 mengaku tak menyiapkan langkah atau strategi khusus, supaya citra Rush tetap terjaga dan konsumen masih mau membeli Rush.
Ilustrasi airbag pada Toyota Rush. Foto: Istimewa
Dirinya mengaku percaya diri, kalau Rush akan baik-baik saja dan tak akan mengalami penurunan penjualan, lantaran kasus recall ini.
“Tentu dengan statemen ini merupakan hal positif. Ada pemberitahuan dan clear, jadi konsumen bisa merasa lebih safety. Jadi konsumen bisa di-cover. Tak ada efek ke penjualan ,” ucap Yagimin, Selasa (16/7).
ADVERTISEMENT
Yagimin menambahkan, isu recall bukan sesuatu yang baru. Hampir semua produk pernah melakukannya. Nah yang terpenting adalah tanggung jawabnya, bagaimana proses untuk penggantian suku cadang dan mengenai pemberitahuan.
“Justru di sini Toyota punya strong poin, di mana brand ini bisa dipercaya dan aware terhadap aftersales. Rasanya ini nilai plus, bukan negatif poin,” tuturnya.
Jadi buat pemilik Rush sebaiknya langsung melakukan booking untuk perbaikan. Malah buat yang tak sempat datang ke bengkel, diler Auto2000 bisa melayani perbaikan recall di rumah atau di lokasi yang disepakati lain di luar bengkel melalui THS (Toyota Home Service).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan