kumparan
15 Mei 2019 14:37 WIB

Kenali Penyebab Laju Mobil Miring di Jalanan Lurus

Test Drive New Honda BR-V Foto: dok. Muhammad Ikbal/kumparan
Mengendarai mobil tak cukup ditunjang dengan kemampuan berkendara yang baik. Anda pun wajib memahami gejala-gejala yang mengindikasikan performa mobil tidak dalam kondisi baik.
ADVERTISEMENT
Contohnya untuk gejala yang satu ini. Seiring dengan pemakaian, Anda akan mendapati laju mobil yang miring ke kiri atau ke kanan di kondisi jalan yang lurus.
Menurut kepala mekanik tim balap GRT, Hadi Taruna, menjelaskan gejala tersebut timbul sebagai pertanda bahwa mobil perlu dilakukan spooring ulang.
Adapun, spooring sendiri memang perlu dilakukan secara berkala untuk memastikan mengatur ulang posisi caster dan toe.
Lebih lanjut, penyebab perubahan sudut caster dan toe yang tak sesuai disebabkan karena dua faktor, yakni:
Hajar lubang dan tabrakan
Ilustrasi mengendarai mobil. Foto: Istimewa
Benturan akibat tabrakan juga membuat sasis mobil ikut terdorong ke bagian belakang. Berdasarkan penjelasan Hatar, bila tabrakan terjadi di bagian depan kiri, terkadang sasis ikut terdorong ke bagian belakang dan menyebabkan caster menjadi tak sesuai.
ADVERTISEMENT
Bukan hanya tabrakan, kebiasaan menghantam lubang juga berpotensi membuat sasis terdorong.
“Umumnya kalau akibat menghajar lubang itu yang rusak sebelah kiri. Kenapa? Karena posisi mengemudi kita di sebelah kanan, biasanya ketika menghindar lubang orang akan refleks buang setir ke kanan, sehingga mengorbankan sisi kiri. Bedanya kalo menghajar lubang ini, sasisnya bisa terdorong ke belakang atau tertarik ke depan,” Hatar menambahkan.
Wishbone Arm
Selain itu, terkoreksinya setir mobil juga bisa disebabkan oleh kondisi bushing dari wishbone arm yang sudah meleot. Sehingga, Hatar menyarankan untuk mengganti bushing-bushing pada wishbone arm yang sudah tak sesuai standar.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan