kumparan
13 Okt 2019 8:02 WIB

Menakar Aprilia GP250 Masuk Indonesia

Aprilia GP250. Foto: dok. MotorBeam
Aprilia, brand roda dua asal Italia ini belum lama ini merilis GP250 di China. Motor sport seperempat liter itu terinspirasi dari abangnya yang melegenda di kejuaraan World Super Bike, RSV4.
ADVERTISEMENT
Soal dapur pacu, Aprilia GP250 memakai mesin 249 cc 1-silinder berpendingin cairan yang menjanjikan tenaga 26 dk di 7.500 rpm dan torsi maksimum 22 Nm di putaran 7.500 rpm.
Kalau melihat profil jantung mekanisnya itu, nampaknya belum bisa disandingkan dengan Ninja 250, R25 atau CBR250RR yang punya dua silinder. Model serupa dengan mesin satu silinder ada Kawasaki Ninja 250 SL atau KTM RC 250.
Tampilan samping Aprilia GP250 Foto: dok. MotorBeam
Piaggio Indonesia, sebagai agen pemegang merek Aprilia di Tanah Air berencana memasukkan GP250. Hanya saja masih pada tahap uji kesesuaian pasar, mengingat penikmat motor sport 250 cc satu silinder tidak terlalu booming.
"Sebenarnya begini, line-up Aprilia yang ada di Piaggio Grup itu bisa kami bawa, tapi memang kami perlu pelajari market-nya," terang PR and Communication Manager PT Piaggio Indonesia, Robby Gozal usai peluncuran Aprilia Shiver 900 di Jakarta, Jumat (12/10).
ADVERTISEMENT
Meski pasarnya ada, lanjut Robby, Aprilia di bawah kendali Piaggio Indonesia ingin mempertahankan eksistensi merek sebagai pabrikan moge berperforma tinggi.
Tampilan depan Aprilia GP250 Foto: dok. MotorBeam
Makanya sejak bergabung ke Piaggio Indonesia pada tahun 2015 lalu, keseluruhan model yang diniagakannya merupakan moge produksi pabrik Aprilia di Noale, Italia. Setelah RSV4, lalu datanglah Shiver 900.
"Kami mau tahu dulu, ini (GP250) unit atau tipe yang cocok enggak sih kalau dibawa ke Indonesia. Tapi cocok atau enggak, waktunya kapan, itu yang selalu kami uji terus. Nah untuk sekarang kami masih fokus ke big bike dulu," terangnya.
Selain dapur pacu, Aprilia GP250 sebenarnya sudah unggul dari segi fitur, unsur kebaruan, dan brand ketimbang pabrikan lain. Rancang bangunnya menggunakan kombinasi alumunium yang memungkinkan bobotnya lebih ringan.
Sitem pengereman cakram tunggal dengan 2 piston. Foto: dok. MotorBeam
Kemudian soal fitur keselamatan, kedua cakramnya sudah memiliki modul ABS, yang mana tidak dimiliki Ninja 250SL tapi ada di KTM RC 250.
ADVERTISEMENT
Belum lagi menyangkut sistem peredam kejut yang sudah berupa suspensi model inverted. Plus tangki bahan bakar yang lebih besar volumenya ketimbang dua rivalnya tadi dan bisa menenggak 15,4 liter bensin.
Layout mesin Aprilia GP250. Foto: dok. MotorBeam
Kalau bicara tampilan, ini lebih soal selera. Sulit bila ketiganya disandingkan. Sama-sama berfairing dan dilengkapi bubuhan identitas pabrikannya masing-masing.
Namun kalau memilih model dengan dua cluster lampu, pilihannya mengerucut jadi GP250 atau RC 250. Pun bila Anda merupakan biker yang anti mainstream, keduanya wajib jadi pilihan utama. Sayang Aprilia GP250 belum masuk ke Indonesia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan