Pencarian populer

Pertumbuhan Motor Kymco Diadang Merek Jepang

Kymco AK 550 Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO

Bukan tak mau, merek non Jepang yang masuk pasar otomotif dalam negeri juga ingin punya jaringan diler dan bengkel resmi tersebar di seluruh Indonesia. Hanya saja, tak mudah ternyata melakukannya, seperti yang dialami Kymco.

Mereka sepeda motor asal Taiwan ini mengakui hegemoni merek Jepang sudah sangat kuat di Indonesia. Bukan hanya memagari konsumen untuk enggan berpindah haluan, pamor mereka bahkan membuat investor diler berat hari tanam investasi buat merek di luar Geng Nippon, seperti Honda, Yamaha dan Lainnya.

Namun tak bisa dipungkiri memang, jumlah jaringan jadi pertimbangan konsumen buat membeli suatu produk otomotif. Walaupun ada di segmen konsumen tertentu, network berada di urutan ke sekian, tapi kecil jumlahnya.

Kymco Like 150i. Foto: Istimewa

“Dengan jujur saja menjawab, pengembangan network itu tidak mudah, sangat susah. Bisa dikatakan saat ini itu yang paling berat. Karena market sudah dikuasai Jepang,” ucap Neo Chen, President Director, PT Smart Motor Indonesia (Kymco Indonesia), Kamis (18/4).

Chen melanjutkan, yang sedang mereka upayakan saat ini adalah meyakinkan investor bahwa Kymco bisa membuat mereka berbisnis dan menjanjikan.

“Mencari rekanan diler susah, karena masih Jepang oriented. Jadi cukup sulit di situ untuk mengembangkan Jaringan Kymco di Indonesia,” kata Neo.

Saat ini Kymco di Indonesia baru memiliki tiga diler yang tersebar di Jakarta, Bandung dan Bali. Dalam waktu dekat akan dibuka di Cikarang dan Cirebon.

Komitmen

Kymco sendiri sudah memiliki pabrik perakitan di kawasan industri Deltamas, Cikarang, Bekasi. Dengan jumlah produksi yang disesuaikan dengan permintaan pasar. Targetnya di angka 1.000 unit pada 2019 ini.

Gelontoran investasinya pada tahap awal ini di angka Rp 10 juta dollar AS atau Rp 140 miliar. Nantinya dilanjutkan dengan investasi kedua dan ketiga, yang totalnya enggan disebutkan.

Kymco Downtown 250i. Foto: Gesit Prayogi/kumparan.com

Artinya, lewat pembangunan pabrik untuk merakit lokal in, Kymco sangat optimis dan komitmen untuk melayani konsumennya di Indonesia.

Bahkan di dalam roadmap-nya beberapa waktu ke depan, mereka merencanakan untuk masuk ke fase produksi lokal, dengan target TKDN (tingkat kandungan dalam negeri) sampai 60 persen.

“Kami ingin masyarakat tahu kalau Kymco sudah kembali dan membaik. Jaringan juga akan kami tambah terus, ditargetkan sampai akhir tahun ini ada 10 jaringan di pulau Jawa khususnya.

Pada pameran IIMS 2019 tahun ini, Kymco kembali bakal unjuk gigi dengan hadirkan model baru mereka Like 150i, dan model lainnya seperti Xciting 400i, K-XCT 200i, Downtown 250i, dan Racing King 150i.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23