kumparan
20 Sep 2017 9:00 WIB

Tesla Patenkan Konsep Barter Baterai, Mirip Motor Listrik GESITS ITS

Mobil listrik Tesla Model 3 (Foto: Tesla.com)
Kalau kita bicara mobil listrik, masalah utama yang jadi salah satu isu utama adalah kemampuan baterai. Karenanya, pabrikan saat ini terus berupaya menciptakan formulasi yang tepat agar mobil listrik ciptaannya bisa melaju lebih jauh.
ADVERTISEMENT
Selain berfokus pada teknologi baterai itu sendiri, ada cara lain yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kemampuan jarak tembuh mobil listrik. Konsep swap (barter) baterai yang dikonsepkan motor listrik GESITS garapan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berkolaborasi dengan Garansindo jadi pilihan.
Barter baterai memungkinkan pengendara bisa menukar baterai kendaraan listrik mereka yang kosong dengan baterai yang terisi penuh dengan listrik. Ini bisa dilakukan di bengkel atau bahkan gerai-gerai yang sudah bermitra dengan pabrikan.
Tesla, nampaknya tertarik untuk mengembangkan konsep yang sama dan terungkap melalui dokumen paten yang mereka daftarkan di kantor urusan paten dan merek dagang Amerika Serikat (AS).
Konsep barter baterai (Foto: Dokumen paten Tesla)
Dikutip dari Carscoops, Rabu (20/9), dokumen paten itu memiliki tebal 52 halaman. Disertakan gambar mekanisme barter baterai Tesla yan memerlukan lift.
ADVERTISEMENT
Ini adalah upaya baru Tesla dalam meningkatkan kemampuan dari produk mereka. Sebelumnya, produsen Model S itu juga memperluas jaringan Supercharging.
Selain di AS, stasiun Supercharging juga dibangun di Republik Cheko tempatnya di Humpolec. Di situ mereka memiliki enam titik Superchargers yang bisa beroperasi 24/7.
Menariknya, pembangunan Supercharging di Republik Ceko dilakukan sebelum mereka punya gerai resmi di sana. Tesla beralasan, stasiun pengisian ini bisa dimanfaatkan pemilk Tesla yang melakukan perjalanan dari Dresedn, Jerman atau Vieanna Austria.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan