Pencarian populer

5 Perbedaan Gosip yang Dilakukan Perempuan dan Laki-laki

Perbedaan Gosip pada Perempuan dan Laki-laki (Foto: Chandra Dyah Ayuningtyas/kumparan)
Gosip bukan hanya dilakukan oleh perempuan. Gosip sebenarnya juga biasa dilakukan oleh laki-laki. Bahkan, menurut penelitian yang dilakukan oleh Social Issues Research Centre di Inggris, laki-laki dan perempuan sama-sama suka bergosip meskipun waktu yang mereka habiskan untuk bergosip berbeda.
ADVERTISEMENT
Selain waktu, ada beberapa perbedaan lagi antara gosip yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan, seperti dengan siapa mereka bergosip dan apa saja yang gosipkan.
Adam C. Davis, peneliti dari University of Ottawa, Kanada dan beberapa peneliti psikologi dan ilmu sosial lainnya melakukan penelitian yang menunjukkan adanya perbedaan antara gosip yang dilakukan perempuan dan laki-laki. Berikut lima perbedaannya.
Perbedaan gosip pada perempuan dan laki-laki (Foto: Chandra Dyah Ayuningtyas/kumparan)
1. Waktu bergosip
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Social Issues Research Centre (SIRC) di Inggris, perempuan dan laki-laki sama-sama suka bergosip. Namun, perempuan memang menghabiskan lebih banyak waktu untuk bergosip, yaitu sebesar 67 persen dari waktu berbicara mereka. Adapun laki-laki hanya menghabiskan 55 persen waktu mereka.
Perbedaan ini sebenarnya tidak terlalu mencolok dan menunjukkan bahwa laki-laki juga cukup sering bergosip.
Gosip (Foto: Carl Nenzén Lovén/Flickr)
2. Topik gosip
ADVERTISEMENT
Menurut makalah yang ditulis oleh Adam C. Davis dan koleganya, perempuan lebih senang membicarakan penampilan fisik, kesetiaan pasangan, dan keadaan sosial perempuan-perempuan lain di sekitarnya. Topik-topik ini ada hubungannya dengan seleksi seksual yang dilakukan perempuan untuk membuat mereka lebih menarik untuk dijadikan pasangan.
Dengan membicarakan hal-hal buruk mengenai penampilan fisik, kemampuan mempertahankan hubungan, dan kondisi sosial perempuan lain, maka perempuan lain itu akan terlihat lebih lemah dan tidak menarik untuk dijadikan pasangan. Karena itu, penelitian ini juga menyoroti bahwa perempuan lebih sering memberikan penekanan pada kualitas fisik seseorang.
Sementara itu, laki-laki cenderung lebih senang membicarakan kekayaan, prestasi, dan juga kekuatan fisik.
Gosip (Foto: Baruska/Pixabay)
3. Keterbukaan pada gosip
Perempuan ternyata lebih jujur daripada laki-laki. Mereka lebih mudah mengakui bahwa mereka sedang bergosip.
ADVERTISEMENT
Studi yang dilakukan oleh SIRC menunjukkan sebanyak 27 persen perempuan mau mengakui bahwa mereka bergosip melalui ponsel, sementara hanya 21 persen laki-laki yang mau mengakui.
Kaum lelaki lebih memilih kata ‘berbincang dengan teman’ yang sebenarnya juga bergosip. Laki-laki lebih suka mengaku bahwa mereka menggunakan ponsel untuk bekerja daripada untuk urusan sosial mereka. Padahal, apa yang mereka sebut ‘bekerja’ sebenarnya sama saja dengan bergosip.
Ilustrasi gosip (Foto: Thinkstock)
4. Teman gosip
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Francis McAndrew, profesor psikologi di Knox College, Amerika Serikat menunjukkan bahwa laki-laki ternyata lebih senang bergosip dengan pasangan mereka. Sementara itu, perempuan senang berbagi gosip dengan teman perempuan maupun pasangan mereka.
McAndrew melakukan penelitian ini dengan memberikan 12 macam gosip kepada 140 orang peserta penelitian. Hasilnya, laki-laki menceritakan sembilan dari 12 gosip tersebut hanya kepada pasangan mereka dan perempuan menceritakan 11 dari 12 gosip tersebut pada pasangan dan teman sesama jenis mereka.
Gosip (Foto: Dee/Flickr)
5. Efek pada pertemanan
ADVERTISEMENT
Efek gosip pada pertemanan bisa berbeda bagi perempuan dan laki-laki. David C. Watson, asisten profesor psikologi di Grant MacEwan University di Edmonton, AS, melakukan studi pada 167 perempuan dan 69 laki-laki untuk melihat efek gosip pada pertemanan mereka.
Pada laki-laki, gosip bisa membuat hubungan persahabatan mereka semakin erat karena informasi dan pengetahuan dianggap sebagai cara untuk meningkatkan status mereka. Semakin tinggi status seseorang, semakin ia akan diterima dalam kelompok pertemanan.
Sebaliknya, gosip tidak memperkuat pertemanan pada perempuan. Bahkan, gosip pada perempuan bisa mengancam pertemanan mereka.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.80