kumparan
30 Jun 2018 12:30 WIB

Angka Penderita Penyakit Tidak Menular di Indonesia Bertambah

Bahaya Penyakit Jantung (Foto: Dok.Thinkstock)
Studi beban penyakit global (Global Burden of Disease/GBD) yang dilakukan oleh lembaga penelitian Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) dari University of Washington, menunjukkan adanya peningkatan beban penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Hasil studi tersebut telah dipublikasikan di jurnal The Lancet pada 28 Juni 2018 atas kerja sama antara Kementerian Kesehatan RI, Balitbangkes Kemenkes RI, Badan Pusat Statistik, Eijkman Oxford Institute, Universitas Indonesia, dan beberapa lembaga lainnya, baik di dalam maupun luar negeri.
Studi beban penyakit global ini menemukan adanya peningkatan angka harapan hidup di Indonesia dari 63,6 tahun di tahun 1990 menjadi 71,7 tahun di tahun 2016. Perempuan mengalami peningkatan angka harapan hidup lebih tinggi, yaitu 8,7 tahun, sementara laki-laki 7,4 tahun.
Meski kabar tersebut merupakan kabar baik, di sisi lain dalam kurun waktu yang sama ditemukan bahwa angka penyakit tidak menular di Indonesia justru naik drastis. Kematian dan disabilitas yang timbul akibat diabetes di Indonesia pada 2016, misalnya, tercatat mengalami kenaikan 38,5 persen sejak 2006.
Diabetes menimbulkan rasa cepat mengantuk (Foto: Thinkstock)
Hasil studi ini mencatat, penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke serta diabetes kini menempati tiga urutan teratas beban penyakit di Indonesia. Beban penyakit ini maksudnya adalah dampak seperti kerugian finansial dan kematian yang disebabkan oleh penyakit. Beban penyakit ini diukur dengan menggunakan berbagai indikator seperti keuangan, angka kematian, maupun morbiditas atau keadaan sakit.
ADVERTISEMENT
Selain itu, dari studi ini ditemukan pula 10 besar faktor penyebab penyakit di Indonesia adalah makanan, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, tembakau, malnutrisi ibu dan anak, kecelakaan kerja, indeks massa tubuh di atas normal, polusi, kolesterol, dan kerusakan ginjal.
Menurut Nafsiah Mboi, mantan Menteri Kesehatan RI yang juga merupakan ketua dari studi GDB di Indonesia, “Studi ini dapat membantu pemerintah untuk melakukan investasi lebih pada kesehatan dan memperhatikan kebijakan untuk kesehatan.”
“Kami perlu melakukan penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan pemahaman kami mengenai tren kesehatan, terutama karena ada banyak provinsi di negara kami, dan negara ini sangat besar serta sangat beragam,” kata Nafisah, dikutip dari Health Data.
Secara lengkap, berikut ini adalah daftar 10 penyakit yang menjadi beban penyakit terbesar di Indonesia pada 2016:
ADVERTISEMENT
1. Penyakit jantung iskemik
2. Stroke
3. Diabetes
4. TBC
5. Cedera punggung dan leher
6. Kelahiran prematur
7. Penyakit pada indera
8. Kecelakaan saat berkendara
9. Penyakit kulit
10. Diare
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·