Pencarian populer

Arkeolog Klaim Temukan Reruntuhan Kota Alkitabiah Ziklag

Reruntuhan yang diklaim arkeolog sebagai peninggalan kota Ziklag. Foto: Badan Purbakala Israel

Reruntuhan Ziklag, kota yang telah lama hilang, terkenal sebagai tempat perlindungan Raja David dalam Alkitab Ibrani. Tempat ini menjadi topik perdebatan panas dalam beberapa dekade terakhir, di mana ada banyak arkeolog yang menggali dan mencari lokasi keberadaannya.

Namun, semua usaha itu tidak pernah betul-betul membuahkan hasil, hingga akhirnya baru-baru ini, tim arkeolog di Israel akhirnya yakin telah menemukan reruntuhan Ziklag.

Menurut para arkeolog, Ziklag terletak di antara Kiryat Gat dan Lachish, Israel. Klaim ini diungkap oleh tim peneliti internasional yang dipimpin oleh Badan Purbakala Israel, bersama dengan Macquarie University di Sydney dan Hebrew University, yang telah mempelajari situs Khirbet al-Ra'i sejak 2015.

Penggalian di puncak bukit situs tersebut menuntun pada bukti konstruksi yang selesai dibangun pada abad ke-12 SM sampai 11 SM (Sebelum Masehi). Menurut pengumuman Badan Purbakala Israel, jejak peninggalan reruntuhan Ziklag berada di bawah lapisan pedesaan yang berasal dari awal abad ke-10 SM.

Di antara bukti-bukti itu, termasuk di dalamnya ialah puluhan keping tembikar, toples minyak, dan kendi anggur. Banyak dari artefak yang ditemukan oleh tim pun merujuk pada karakteristik budaya Filistin, bangsa kuno yang menurut Alkitab Ibrani tinggal di sini. Sementara penanggalan radiokarbon juga sesuai dengan perkiraan waktu ketika Kota Ziklag masih ada.

Lantas, apa hubungan antara reruntuhan Ziklag, Raja David, dan Bangsa Filistin? Ziklag sangat terkenal sebagai tempat perlindungan Raja David setelah berkonflik dengan Raja Saul. Setelah pergi, Raja David bergabung dengan musuh bebuyutan Israel kuno yaitu orang-orang Filistin.

Ziklag bahkan tidak hanya sekadar menjelaskan hubungan antara Raja David dengan orang Filistin. Dalam salah satu kisah yang paling populer, Ziklag juga mengisahkan tentang Raja David yang membunuh Goliat, si raksasa dari Filistin.

Ilustrasi Alkitab Foto: cgape/Pixabay

Banyak cendekiawan modern percaya bahwa Raja David adalah tokoh sejarah yang nyata, bukan hanya mitos atau legenda. Di sisi lain, eksistensi bangsa Filistin juga bukanlah dongeng, lantaran identitas orang-orang ini telah mulai terkuak dalam penelitian beberapa minggu lalu, tentang orang Filistin yang diduga kaum pendatang dari Eropa Selatan.

Namun, kendati bukti-buktinya telah cukup banyak ditemukan, rupanya tidak semua orang yakin dan membenarkan klaim penelitian tersebut. Beberapa ahli independen, yang tidak terlibat dalam proyek ini, ragu untuk menyimpulkan bahwa situs itu adalah Kota Ziklag.

"Sangat sulit untuk diterima. Referensi tentang situs ini dalam teks-teks alkitab secara konsisten dideskripsikan letaknya jauh lebih selatan, dan lebih berkaitan dengan Negev, suku Shimon, atau perbatasan selatan Yehuda. Hanya karena Anda menemukan kaitannya dengan orang Filistin dan kemudian puing-puing abad ke-10 SM, itu tidak membuatnya menjadi Ziklag," tegas Profesor Aren Maier, arkeolog Israel dari Bar-Ilan University.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.64