kumparan
7 Apr 2018 12:01 WIB

Arkeolog Temukan Garis-Garis yang Lebih Tua daripada Garis-Garis Nazca

Garis Nazca bentuk burung. (Foto: monikawl999/Pixabay)
Garis-Garis Nazca adalah suatu mahakarya peninggalan peradaban Nazca yang menghuni Peru sekitar 2.000 tahun lalu. Terletak di Gurun Nazca, keunikan dan kecantikan Garis-Garis Nazca baru ramai dibicarakan dalam satu abad terakhir ini setelah garis-garis tersebut bisa dilihat dari pesawat terbang.
ADVERTISEMENT
Ya, pemandangan terbaik dari Garis-Garis Nazca tersebut memang hanya bisa dilihat dari ketinggian. Hal yang sungguh menakjubkan dan menimbulkan pertanyaan bagaimana peradaban masa lampau bisa membuat karya seni tersebut.
Dan kini, tampaknya kita bisa melihat lebih banyak lagi jenis karya seni tersebut. Sebab, para arkeolog baru saja menemukan lebih banyak lagi Garis-Garis Nazca.
Dilansir Science Alert, dengan bantuan drone, para arkeolog Peru berhasil menemukan 50 lebih Garis-Garis Nazca baru. Tak hanya itu, beberapa di antara temuan baru tersebut juga memiliki umur beberapa abad lebih tua dibanding yang lainnya.
Para arkeolog meyakini beberapa temuan baru tersebut dibuat oleh masyarakat Paracas dan Topara yang hidup di sana pada 500 Sebelum Masehi hingga tahun 200 Masehi. Adapun masyarakat Nazca hidup pada tahun 200 hingga 700 Masehi.
Garis Nazca bentuk laba-laba. (Foto: monikawl999/Pixabay)
Berbeda dengan Garis-Garis Nazca, geoglif Paracas dibuat pada sisi-sisi bukit sehingga menjadikannya dapat dinikmati oleh orang tanpa perlu terbang ke angkasa. Kebanyakan dari geoglif Paracas yang ditemukan tersebut menggambarkan figur petarung dan pejuang.
ADVERTISEMENT
"Hal ini berarti bahwa ini (geoglif Paracas) adalah suatu tradisi ribuan tahun yang mendahului geoglif kebudayaan Nazca, ini membuka pintu pada hipotesis baru mengenai fungsi dan artinya," ujar Jony Isla, arkeolog dari Kementerian Kebudayaan Peru yang dipercaya untuk melestarikan dan melindungi warisan dunia ini.
Untuk melestarikan dan melindungi Garis-Garis Nazca, Isla bekerja sama dengan National Geographic; Luis Jaime Castillo Butters, profesor arkeologi di Pontifical Catholic University of Peru; dan Sarah Parcak, arkeolog sekaligus pendiri GlobalXplorer initiative yang mengajak masyarakat untuk mempelajari gambar-gambar satelit untuk menemukan peninggalan arkeologis lainnya.
Tim tersebut mempelajari daerah Gurun Nazca yang dilindungi UNESCO. Berkat bantuan pemindaian 3D, mereka berhasil menemukan puluhan geoglif tersebut. Temuan tersebut kemudian langsung diperiksa oleh Castillo.
ADVERTISEMENT
Sekarang, temuan itu sedang didaftarkan ke Pemerintahan Peru agar dimasukkan dalam daftar perlindungan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·