kumparan
27 Agu 2019 8:42 WIB

Bakteri Pemakan Karat Mulai Hancurkan Bangkai Kapal Titanic

Ilustrasi bakteri. Foto: Pixabay
107 tahun sudah peristiwa tenggelamnya kapal Titanic di Samudera Atlantik berlalu. Terakhir kali, kapal itu dikunjungi para peneliti sekitar 14 tahun lalu. Menurut tim peneliti penjelajah yang baru-baru ini kembali mengunjungi lokasi karamnya Titanic, kapal itu dengan cepat hancur di laut.
ADVERTISEMENT
Penelitian yang dipimpin oleh Victor Vescovo, melakukan penyelaman di lokasi kecelakaan Titanic di lepas pantai Newfoundland. Vescovo sendiri adalah seorang penyelam yang memecahkan rekor pada bulan Mei lalu setelah mengemudikan kapal selam ke dasar Palung Mariana dan menemukan sampah plastik di sana.
Dalam meneliti reruntuhan kapal Titanic, Vescovo dan tim turun hingga ke kedalaman 3.810 meter, dan menemukan bangkai Titanic telah mengalami penurunan secara signifikan dalam kurun waktu 14 tahun terakhir, khususnya pada bagian sisi kanan kapal, yang mengakibatkan hilangnya beberapa fitur bangkai kapal yang paling ikonik.
"Bak mandi kapten adalah gambaran favorit di antara penggemar Titanic, dan itu sekarang hilang," kata Parks Stephenson, sejarawan Titanic dalam sebuah rekaman film dokumenter tentang ekspedisi ini. "Seluruh rumah geladak di sisi itu runtuh. Dan kerusakan itu akan terus berlanjut."
Maket kapal Titanic Foto: Adhie Ichsan/kumparan
Bangkai kapal Titanic ditemukan pertama kali pada tahun 1985, sekitar 600 kilometer dari lepas pantai Newfoundland. Kapal itu terbagi menjadi dua bagian.
ADVERTISEMENT
Bagian depan kapal banyak yang masih terlihat baik-baik saja. Bagian depan kapal Titanic ini sangat ikonik. Ia menjadi tempat di mana Jack (yang diperankan Leonardo DiCaprio) berteriak: "I'm king of the world." Namun, bagian lain dari kapal, banyak yang runtuh, terkorosi dan rusak.
Menurut para peneliti, korosi garam, arus laut yang kuat, dan mikroba pemakan logam, bertanggung jawab atas kehancuran bangkai kapal Titanic. Bahkan, di antara mikroba tersebut, peneliti menemukan spesies unik dari bakteri pemakan karat yang disebut Halomonas titanicae.
Ilustrasi bangkai kapal Titanic. Foto: NOAA/Institute for Exploration/University of Rhode Island (NOAA/IFE/URI) via Wikimedia Commons
Spesies bakteri ini pertama kali ditemukan dari bangkai kapal pada tahun 1991. Peneliti baru bisa mengidentifikasi dan memberikan nama bakteri tersebut pada tahun 2010. Menurut prediksi Henrietta Mann, salah satu peneliti bakteri, mikroba dapat melahap seluruh kapal Titanic pada tahun 2030.
ADVERTISEMENT
Dalam kecelakaan kapal yang melegenda itu, Titanic membawa 2.224 penumpang dan awak dalam perjalanan perdananya dari Southampton, Inggris, ke New York. Nahas, di tengah perjalanan, kapal itu menabrak gunung es pada malam 14 April 1912, dan karam ke dasar laut. Diperkirakan sekitar 1.514 orang tewas dalam kecelakaan tersebut.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan