Pencarian populer

Black Hole yang Pertama Kali Manusia Foto Punya Nama Resmi yang Keren

Ini penampakan black hole pertama yang berhasil diabadikan umat manusia. Gambar ini diambil dengan bantuan delapan teleskop berbeda yang tersebar di seluruh dunia. Foto: Event Horizon Telescope (EHT)

Delapan teleskop dan ratusan peneliti di seluruh dunia bekerja sama menghadirkan foto black hole pertama umat manusia. Foto itu disebut-sebut sebagai pencapaian sains terhebat masa ini.

Sekarang black hole berjarak 55 juta tahun cahaya dari Bumi itu punya nama resmi yang keren. Black hole itu bernama Powehi. Nama ini berasal dari bahasa Hawaii. Kalau diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, Powehi artinya adalah: "sumber kegelapan pencipta tanpa akhir yang dihias cahaya".

Nama ini merupakan hasil kolaborasi para astronom dengan profesor ilmu bahasa di University of Hawaii, Larry Kimura. Kimura mengambil nama itu dari kumpulan nyanyian Hawaii kuno bernama Kumulipo.

Kumulipo berusia sangat tua. Catatan mengenai kumpulan nyanyian ini ditemukan di dalam sebuah dokumen dari abad ke-18. Dokumen itu sendiri mendeskripsikan mengenai penciptaan alam semesta, menurut keyakinan tradisi Hawaii.

"Kumulipo sendiri merupakan gabungan dari dua kata. Kumu berarti sumber, dan lipo berarti kegelapan. Jadi, secara literal artinya adalah sumber kegelapan," kata Kimura kepada IFLScience.

"Powehi juga gabungan dari dua kata, po dan wehi. Kata po memiliki arti yang sangat dalam, yaitu kegelapan yang sangat kuat dan memiliki kemampuan tidak terbatas dalam menciptakan energi," ungkapnya.

Ilustrasi Black hole Foto: Courtesy Robin Dienel/Carnegie Institution for Science/Handout via REUTERS

Kimura menuturkan lebih lanjut bahwa po berarti kegelapan di mana alam semesta tercipta. Sementara wehi berasal dari kata wehiwehi, yang artinya dihormati dengan hiasan.

"Bisa dibilang bahwa temuan ini terjadi karena kekuatan black hole yang luar biasa besar, dan juga kemampuannya untuk menarik gas dan cahaya. Tanpa cahaya itu, gambar ini tidak akan mungkin ada," ujar Kimura.

Kimura menjelaskan bahwa gas, cahaya, dan debu yang dihisap masuk ke black hole seakan-akan menjadi penghias foto bersejarah ini.

Kenapa nama Hawaii?

Dua dari delapan teleskop yang digunakan untuk mengambil gambar Powehi berada di Hawaii. Keduanya terletak di atas gunung Mauna Kea di Pulau Hawaii. Jadi, menurut para astronom, nama Hawaii paling cocok bagi black hole ini.

"Mauna Kea membantu menghadirkan temuan gambar spektakuler black hole," kata Jessica Dempsey, deputi direktur James Clerk Maxwell Telescope (JCMT) di Hawaii.

"Lokasi terpencilnya dan kondisi kering di puncak Mauna Kea sangat sempurna. Itu membantu JCMT dan teleskop Submillimeter Array untuk mengumpulkan cahaya kecil yang hanya bisa didapatkan di sedikit tempat di Bumi," sambungnya.

Pada April 2017, delapan radio teleskop dari enam lokasi berbeda bekerja berbarengan dalam Event Horizon Telescope (EHT). Mereka mengarahkan "matanya" ke pusat galaksi Messier 87 untuk mengambil gambar bayangan event horizon dari black hole supermasif di sana.

Selama dua tahun setelahnya, para astronom dan ahli astrofisika berusaha menjahit data yang telah dikumpulkan. Hasilnya adalah foto bersejarah Powehi.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Jumat,24/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23