Pencarian populer

Bocah 13 Tahun Temukan Harta Karun Raja Denmark

Harta karun bawah laut (ilustrasi). (Foto: pixabay.com)

Seorang anak laki-laki berusia 13 tahun berhasil menemukan harta karun yang diduga milik Raja Denmark Harald Bluetooth. Bocah bernama Luca Malaschnitschenko itu menemukan harta karun tersebut bersama dengan seorang arkeolog amatir yang juga merupakan gurunya, René Schön.

Dilansir The Guardian, Luca Malaschnitschenko dan René Schön memang sedang melakukan pencarian harta karun di sebelah utara pulau Rügen, Jerman Utara. Mereka mencari harta karun menggunakan pendeteksi metal.

Dalam pencarian, mereka menemukan suatu potongan besi yang awalnya diduga sebagai potongan alumunium tak berharga. Namun setelah diamati lebih jauh, ternyata potongan tersebut adalah potongan perak.

René Schön dan Luca Malaschnitschenko. (Foto: Stefan Sauer/AFP)

Akhirnya, area tempat ditemukannya potongan perak itu pun digali oleh tim arkeolog daerah tersebut. Mereka melakukan penggalian di area seluas 400 meter kuadrat dan berhasil menemukan timbunan harta yang diduga milik Raja Harald Bluetooth yang berkuasa pada tahun 958 hingga 986 Masehi.

Benda-benda di antara temuan tersebut antara lain adalah kalung, mutiara, bros, palu Thor, cincin dan 600 koin kuno. Di antara 600 koin tersebut, 100 di antaranya berasal dari zaman ketika Bluetooth sedang berkuasa di Denmark, Jerman Utara, Swedia Selatan, dan beberapa bagian Norwegia.

Harta karun Raja Denmark. (Foto: Stefan Sauer/AFP)

"Timbunan harta ini adalah penemuan terbesar dari koin-koin Bluetooth di daerah sebelah selatan Laut Baltik dan ini sangat penting," ujar Michael Schirren, pemimpin tim arkeolog daerah setempat.

Salah satu yang unik dan tertua dari temuan tersebut adalah koin dirham dari Damaskus yang berasal dari tahun 714. Adapun yang berusia paling muda alias terbaru adalah koin yang berasal dari tahun 983.

Temuan harta karun ini menunjukkan kemungkinan bahwa harta karun ini dikuburkan pada akhir tahun 980 Masehi, yang bertepatan dengan periode kaburnya Bluetooth ke daerah Pomerania, Jerman Utara, tempat ia kemudian meninggal pada 987.

"Apa yang kita miliki di sini adalah suatu temuan langka yang menguatkan kisah-kisah sejarah," ujar arkeolog Detlef Jantzen.

Harald Bluetooth atau yang dikenal juga dengan nama Hary Bluetooh terkenal sebagai raja yang mempersatukan Denmark dan menyebarkan ajaran Kristen ke negaranya. Ia terpaksa meninggalkan negerinya setelah anaknya, Sven Gabelbart, memberontak.

Saat ini nama Harald Bluetooth telah diabadikan menjadi nama suatu teknologi yang biasa ditemukan di ponsel dan komputer, yaitu teknologi wireless bluetooth.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: