Pencarian populer

Cuma Sisa Evolusi, 5 Bagian Tubuh Ini Tak Lagi Dibutuhkan Manusia

Teori Evolusi Charles Darwin (Foto: www.publicdomainpictures.net)

Tubuh manusia yang ada sekarang merupakan hasil dari ratusan ribu hingga jutaan tahun evolusi. Meski kebanyakan bagian tubuh manusia saat ini memiliki fungsi penting untuk membantu aktivitas sehari-hari manusia, ada beberapa bagian yang sebenarnya sudah tidak diperlukan.

Beberapa bagian tubuh manusia ini sebenarnya bisa dihilangkan, dan tanpa kehadiran bagian-bagian tubuh ini, kualitas hidup seseorang tidak akan berkurang.

Dorsa Amir, antropolog evolusi di Boston College, AS, mengatakan kepada Business Insider bahwa bagian itu disebut sebagai "sisa-sisa evolusi".

Amir menjelaskan bagian-bagian ini tak lagi bermanfaat, tapi juga tak membahayakan jika tetap ada di tubuh manusia. Maka dari itu ia masukkan bagian-bagian tubuh ini ke dalam sebutan "sisa-sisa evolusi".

Apa saja bagian tubuh tersebut? Berikut tim kumparanSAINS sajikan lima bagian tubuh yang sudah tidak manusia perlukan lagi seperti yang dijelaskan oleh Amir.

1. Usus buntu atau apendiks

Usus Buntu (Foto: Wikimedia Commons)

Bagi para leluhur kita, bagian usus buntu mungkin bisa membantu mereka mencerna tumbuhan yang kaya selulosa. Namun begitu, sekarang kita tak lagi memerlukan bagian tersebut.

"Begitu kita manusia mulai mengonsumsi banyak jenis makanan berbeda dan daging, kita tidak lagi memerlukan saluran pencernaan yang panjang dan rumit," jelas Amir.

Memang ada riset yang menemukan bahwa bagian usus buntu menyimpan bakteri perut yang berguna. Tapi Amir menambahkan bahwa hal itu belum bisa dipastikan telah terjadi sejak dulu atau baru saja terjadi ketika manusia menambah jenis makanannya.

2. Palmaris longus

Jari Tangan (Foto: Pxhere)

Jika kita meluruskan tangan dan kemudian menggunakan ibu jari untuk menyentuh jari kelingking, sebagian besar dari kita akan melihat munculnya sebuah tendon di tengah pergelangan tangan.

Kalau tidak, maka Anda termasuk antara 10 hingga 15 persen manusia "beruntung" yang lahir tanpa tendon tersebut di tangan.

Amir menjelaskan bahwa otot ini dulu dimanfaatkan untuk membantu leluhur kita memanjat pohon. Encyclopaedia Britannica menerangkan bahwa otot ini juga membantu kemampuan menggenggam manusia awal.

Otot ini mulai tidak berguna ketika manusia mulai berjalan dengan dua kaki, yakni sekitar 3,2 juta tahun lalu. Bahkan karena dianggap tidak penting, ahli bedah sering mengangkatnya dan memanfaatkannya dalam operasi plastik sebagai pengganti bagian tubuh lain.

3. Tulang ekor

Tulang ekor pada manusia. (Foto: BodyParts3D via wikimedia commons)

Bagian tulang ekor telah membantu para leluhur manusia untuk bisa berjalan dengan tegak. Tapi ekor ini akhirnya menghilang ketika manusia mulai bisa berjalan dengan tegak.

Sekarang tulang ekor ini tidak memiliki kegunaan sama sekali.

"Leluhur kita yang mengalami mutasi hilang ekor tampaknya bisa bertahan hidup lebih baik, jadi dalam beberapa generasi keturunannya juga mulai kehilangan ekor," ujar Amir.

Pada kasus-kasus tertentu, terjadi mutasi yang membuat ekor terus tumbuh dan ketika bayi lahir, dia akan memiliki ekor, seperti seekor monyet. Tapi jangan khawatir karena para dokter bisa mengangkat dan menghilangkannya dengan operasi.

4. Otot auricular di telinga

Ilustrasi Telinga dan Pendengaran Bayi (Foto: Pixabay)

Punya kawan yang bisa menggerakkan telinganya sendiri? Hal itu merupakan akibat otot auricular di telinganya. Biasanya otot tersebut membantu mamalia untuk menemukan sumber suara dan mengekspresikan emosinya.

Amir menjelaskan bahwa karena kita sudah memiliki leher yang fleksibel, kita tak perlu lagi menggerakkan telinga ke arah sumber suara.

5. Plica semilunaris

Ilustrasi kantung mata. (Foto: Thinkstock)

Plica semilunaris adalah cekungan kecil di bagian mata yang letaknya dekat dengan hidung. Ia mirip dengan selaput yang banyak digunakan beberapa hewan untuk melindungi matanya.

Ada burung, reptil, dan beberapa mamalia yang menggunakan plica semilunaris untuk menjaga agar bola matanya tetap basah dan bebas dari benda asing yang masuk.

Plica semilunaris di mata kita adalah sisa-sisa jaringan itu. Sekarang manusia tidak bisa menggunakannya.

"Tidak diketahui dengan pasti mengapa manusia tidak memilikinya lagi," kata Amir.

"Tapi sebenarnya jaringan ini memang jarang ditemukan pada primata, jadi kemungkinan kita tidak lagi memilikinya sejak waktu yang sangat lama," imbuh dia.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: