kumparan
6 Sep 2019 17:00 WIB

Donald Trump Disebut Bocorkan Satelit Rahasia Milik AS Lewat Twitter

Trump diduga membocorkan data rahasia satelit mata-mata AS. Foto: Twitter/@realDonaldTrump
Baru-baru ini Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menjadi sorotan usai mengunggah sebuah foto yang diduga diambil dari satelit rahasia milik AS. Dalam cuitan yang diunggah pada 30 Agustus 2019 itu, Trump membantah keterlibat AS dalam kecelakaan peluncuran satelit Iran.
ADVERTISEMENT
“Amerika Serikat tidak terlibat dalam kecelakaan selama peluncuran SLV Safir di Semnan Launch Site One di Iran. Saya berharap semoga Iran dalam keadaan terbaik dan bisa memastikan apa yang terjadi di situs tersebut,” tulis Trump di akun Twitter-nya.
Yang menjadi kontroversi adalah foto yang disematkan dalam cuitan twitter tersebut. Pasca-unggahan foto tersebut, para ahli intelijen segera memperbesar foto itu dengan resolusi tinggi. Banyak ahli berpendapat bahwa foto tersebut dapat mengungkap informasi rahasia tentang pesawat tanpa awak dan satelit mata-mata milik AS yang ada di luar angkasa.
Benar saja, setelah para peneliti satelit mencari tahu ihwal satelit mana mengambil gambar dalam foto tersebut. Mereka kemudian menyimpulkan bahwa kemungkinan foto itu diambil oleh satelit USA 224 yang sangat rahasia. USA 224 dicurigai sebagai satelit pengintai KH-11, nama peralatan rahasia yang tidak banyak diketahui publik.
ADVERTISEMENT
“Ini pada dasarnya adalah teleskop yang sangat besar, tidak seperti Teleskop Luar Angkasa Hubble,” ujar Marco Langbroek, astronom dari Belanda, kepada MPR News. “Alih-alih mengambil gambar bintang, satelit itu justru mengarah ke permukaan Bumi dan membuat gambar yang sangat rinci.”
Peneliti lain, Michael Thompson, mahasiswa pascasarjana dari Purdue University, mengatakan bahwa satelit rahasia mudah dikenali. “Sekali sebuah satelit terlihat, menghitung di mana ia berada di orbitnya pada waktu tertentu hanya memerlukan beberapa matematika sederhana.”
Presiden A. Donald Trump di acara "Salute to America" selama perayaan Hari Kemerdekaan Empat Juli di Lincoln Memorial di Washington, Amerika Serikat, Kamis (4/7). Foto: REUTERS/Carlos Barria
Selain itu, bayangan dalam gambar yang di-tweet Trump memungkinkan peneliti untuk menentukan waktu pengambilan foto. Langbroek juga dapat menghitung sudut pandang dengan melihat kemiringan gambar. Dari situ, ia dan koleganya kemudian mencocokkan foto tersebut dengan satelit terdekat yang berada di wilayah tersebut, yaitu USA 224.
ADVERTISEMENT
Pengungkapan tersebut sangat mengejutkan, karena sebelumnya banyak ahli percaya bahwa citra jernih pada foto Semnan Launch Site One di Iran yang diunggah Trump itu diambil menggunakan drone. Menurut Melissa Hanham, ahli citra satelit dan wakil direktur Open Nuclear Network di Wina, mendapatkan pandangan yang jelas melalui atmosfer Bumi merupakan hal yang cukup sulit.
“Saya membayangkan musuh akan melihat gambar ini, dan merekayasa untuk mengetahui bagaimana sensor itu bekerja dan teknik seperti apa yang mereka gunakan,” kata Hanham.
Dalam sebuah postingan blog, Langbroek merinci ihwal analisis yang mengarah pada identifikasi satelit. Dia juga bingung, kenapa Trump men-tweet gambar tersebut.
“Satelit-satelit KH-11 dirahasiakan, dan begitu pula citra dari satelit-satelit ini. Jika seorang musuh mendapatkan citra KH-11, satelit itu mengungkapkan informasi tentang kapasitas optik dari aset luar angkasa ini," tulis Langbroek. "Pada 1984, seorang analis intelijen Angkatan Laut dikirim ke penjara karena membocorkan tiga gambar KH-11 kepada pers."
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan