Pencarian populer

Donald Trump Jadi Nama Spesies Amfibi 'Penakut'

Dermophis donaldtrumpi, spesies amfibi tak berkaki yang namanya terinspirasi dari Presiden AS Donald Trump. (Foto: Instagram/@envirobuild)

Nama Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi dijadikan sebagai nama ilmiah untuk spesies amfibi caecilian yang suka menyembunyikan kepalanya di dalam tanah saat bertemu bahaya. Spesies itu diberi nama Demorphis donaldtrumpi.

Ada kisah menarik dibalik penamaan amfibi tak berkaki ini.

Ada ribuan spesies, baik masih hidup atau telah punah, yang teridentifikasi secara saintifik setiap tahunnya. Kebanyakan mendapat nama dari teman, keluarga, mentor, atau orang yang dihormati si penemu spesies. Tak jarang pula lokasi penemuan menginpirasi penamaan suatu spesies baru.

Tapi, ada juga peneliti yang melihat hal ini sebagai kesempatan mendapat dana untuk mendukung riset mereka selanjutnya atau proyek lainnya. Mereka menjual hak untuk menamai spesies temuan mereka.

Belum lama ini, ada 12 spesies yang hak penamaannya terjual untuk mendapatkan dana bagi organisasi Rainforest Trust. Organisasi itu membeli dan melindungi berbagai hutan hujan di negara-negara tropis.

12 spesies yang hak penamaannya terjual itu semua berasal dari daerah Amerika Latin. Dari penjualan hak penamaan itu, berhasil dikumpulkan dana sekitar 182.500 dolar AS atau sekitar Rp 2,6 miliar. Jumlah itu cukup untuk membeli sekitar 30 ribu hektar hutan hujan.

Gambar dari udara penggundulan hutan hujan Amazon, Brasil. (Foto: AFP/CARL DE SOUZA)

Dalam penjualan hak penamaan ke-12 spesies itu, uang terbesar berhasil didapat oleh seekor amfibi caecilian tak berkaki berukuran 10 centimeter. Amfibi mirip cacing yang akhirnya dinamai Dermophis donaldtrumpi itu berasal dari Panama dan dibeli dengan harga 25 ribu dolar AS atau sekitar Rp 362 juta.

Pembelinya adalah Aidan Bell, pemilik perusahaan material ramah lingkungan bernama EnviroBuild. Alasan Bell memilih nama Donald Trump untuk spesies ini dikarenakan adanya kesamaan antara si amfibi dengan sang presiden AS.

"Caecilian berasal dari bahasa Latin Caecus yang berarti 'buta', dan punya mata tak sempurna yang hanya bisa mendeteksi cahaya terang atau gelap. Hanya bisa melihat dunia dalam hitam dan putih saja, Donald Trump telah mengklaim bahwa perubahan iklim adalah hoaks yang dibuat oleh China," ujarnya di blog EnviroBuild.

Loading Instagram...

Selain itu, Bell juga melihat adanya kemiripan antara cara tak biasa D. donaldtrumpi memberi makan anak-anaknya dan tentakel sensoriknya dengan nepotisme serta jaring korupsi yang Trump bawa ke Gedung Putih.

Sementara ini, deskripsi atas spesies-spesies yang namanya dilelang ini masih belum dipublikasi. Organisasi Rainforest Trust mengklaim bahwa acara pelelangan, yang kebetulan bersamaan dengan ulang tahun ke-30 mereka, adalah acara pelelangan hak nama publik terbesar yang pernah ada.

Ide melelang nama spesies ini dimulai 25 tahun lalu oleh CEO Rainforest Trust Paul Salaman. Kala itu, ia menjual hak penamaan dari seekor burung yang ia temukan dengan harga 75 ribu dolar AS atau sekitar Rp 1,08 miliar untuk membantu organisasi membeli hutan di Kolombia yang terancam perkebunan koka.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Sabtu,25/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23