kumparan
11 Apr 2019 19:52 WIB

Foto Pertama Black Hole Jadi Bukti Kejeniusan Einstein

Ini penampakan black hole pertama yang berhasil diabadikan umat manusia. Gambar ini diambil dengan bantuan delapan teleskop berbeda yang tersebar di seluruh dunia. Foto: Event Horizon Telescope (EHT)
Rabu, 10 April 2019, menjadi hari bersejarah bagi umat manusia. Akhirnya, manusia berhasil menangkap foto pertama black hole alias lubang hitam di luar angkasa untuk pertama kalinya.
ADVERTISEMENT
Foto black hole itu adalah hasil usaha Event Horizon Telescope (EHT), yang menggunakan delapan teleskop di seluruh dunia yang bekerja sama untuk menghadirkan foto bersejarah ini.
Sebenarnya, ada hal luar biasa lain yang terungkap berkat foto ini. Menurut peneliti EHT, foto ini memperkuat teori relativitas umum yang disampaikan mendiang Albert Einstein.
"Hari ini (10/4), teori relativitas umum berhasil melewati tes krusial lain, tes yang berasal dari luar angkasa," ujar Avery Broderick, peneliti EHT, sebagaimana dilansir Space.
Loading Instagram...
Teori relativitas umum mendeskripsikan gravitasi sebagai konsekuensi dari pembengkokan dalam ruang-waktu. Jadi, sebuah objek yang masif akan menciptakan sebuah lekukan atau "sumur" di badan kosmik. Sumur ini menyebabkan planet atau bahkan bintang yang melintasinya "jatuh" ke dalam lubang itu.
ADVERTISEMENT
Teori relativitas umum membuat sebuah prediksi spesifik atas hal ini. Teori ini mengajukan pendapat bahwa black hole benar-benar ada. Dan setiap black hole memiliki event horizon, sebuah titik di mana segala sesuatu, bahkan cahaya, bisa lepas dari tarikan gravitasi.
Ilustrasi Black hole Foto: Courtesy Robin Dienel/Carnegie Institution for Science/Handout via REUTERS
Teori relativitas juga mengungkapkan bahwa event horizon bentuknya agak bundar. Ukurannya bisa diprediksi, yakni dengan menghitung massa lubang hitam.
Hal itulah yang kita lihat di foto black hole ini. Dalam foto tersebut, kita bisa melihat sebuah black hole supermasif di pusat galaksi M87 yang berjarak 55 juta tahun cahaya dari Bumi.
"Bayangan yang eksis terlihat bulat dan massa black hole sejalan dengan perkiraan," kata Broderick.
Massa black hole M87 ini 6,5 miliar kali lebih besar dari Matahari. Ukurannya itu membuat para peneliti menyebutnya "monster". Sementara, ukuran black hole di jantung galaksi Bima Sakti kita hanya 4,3 juta massa Matahari.
ADVERTISEMENT
Broderick mengatakan bahwa ini bukan ujian pertama yang dibuktikan teori relativitas umum dari Einstein. Teori itu telah banyak melewati berbagai ujian selama 100 tahun terakhir.
Albert Einstein (Foto: Public Domain/Wikimedia Commons)
Salah satunya adalah teori relativitas umum memprediksi bahwa objek masif yang bergerak cepat menciptakan riak di ruang-waktu, riak ini disebut gelombang gravitasi.
Pada 2015, gelombang gravitasi berhasil dikonfirmasi oleh Laser Interferometer Gravitational Wave Observatory (LIGO). Alat itu mendeteksi riak yang terjadi akibat bergabungnya dua black hole.
Jadi, bukan suatu hal yang terlalu mengejutkan bahwa teori Einstein itu terbukti benar. Tapi tetap saja temuan foto black hole ini adalah capaian luar biasa.
"Foto ini telah memverifikasi teori Einstein di sebuah laboratorium paling ekstrem yang pernah ada," kata Shep Doeleman, Direktur Proyek EHT.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan