kumparan
24 Sep 2018 18:39 WIB

Google Doodle Rayakan Penemuan Lukisan 36 Ribu Tahun di Gua Altamira

Google Doodle memperingati Gua Altamira. (Foto: Google)
Tampilan Google Doodle pada Senin (24/9) ini tampak menarik dengan animasi seekor banteng yang berlari kemudian menjadi sebuah lukisan. Ternyata, doodle ini hadir sebagai cara Google merayakan penemuan lukisan berusia 36 ribu tahun di Gua Altamira, Spanyol.
ADVERTISEMENT
Uniknya, diceritakan jika gue dan lukisan-lukisan itu ditemukan karena jatuhnya sebuah pohon. Bagaimana ceritanya?
Lukisan prasejarah tersebut ditemukan pada 1879 oleh arkeolog sekaligus ahli botani Marcelino Sanz de Sautuola di dalam Gua Altamira. Gua tersebut awalnya tertutup reruntuhan batu selama 13 ribu tahun.
Tapi, reruntuhan batu yang menutup gua itu disingkirkan oleh pohon yang jatuh ke lokasi gua itu berada. Berkat pohon jatuh itulah Sautuola berhasil menemukan gua tersebut.
Gua Altamira juga memiliki sebutan lain, yakni 'Sistine Chapel of Paleolithic Art' alias Kapel Sistina.
Sebenarnya, Sautola hanya menemukan tulang-belulang hewan serta beberapa peralatan prasejarah di mulut gua itu. Namun, lukisan-lukisan bersejarah di dalam gua itu akhirnya ditemukan oleh anak perempuan Sautuola, Maria.
ADVERTISEMENT
Sekitar 1000 meter dinding gua itu dihiasi oleh warna-warni lukisan-lukisan tersebut. Ditemukan ada lukisan bison, kuda, rusa, kambing, dan babi hutan di dalam Gua Altamira.
Selain itu, ada juga lukisan gambar-gambar abstrak serta cetakan tangan manusia yang dibuat dengan menggunakan batu bara dan pigmen bernama oker.
Salah satu lukisan prasejarah di Gua Altamira. (Foto: Dok. Museo de Altamira y D. Rodríguez via wikimedia commons)
Sempat dianggap kontroversial
Di samping itu, Sautuola merupakan orang pertama yang menyampaikan bahwa lukisan merupakan karya manusia prasejarah yang hidup di Spanyol ribuan tahun lalu. Pendapatnya itu menyebabkan terjadi perdebatan di kalangan para arkeolog Eropa.
Beberapa arkeolog menolak pendapatnya karena mereka menganggap kala itu manusia tidak memiliki kemampuan untuk memikirkan suatu hal yang abstrak atau menggunakan simbol.
Google Doodle Rayakan Penemuan Lukisan 36 Ribu Tahun di Gua Altamira. (Foto: Dok. Google)
Tapi sekarang telah banyak temuan yang mendukung bahwa manusia, bahkan Homo erectus, memiliki kemampuan untuk membuat karya seni atau perhiasan selama lebih 70 ribu tahun.
ADVERTISEMENT
Menurut laporan Forbes, manusia telah menghuni Gua Altamira sekitar 14.000 hingga 16.500 tahun lalu. Mereka melakukan aktivitas sehari-harinya tak jauh dari mulut gua. Namun mereka menjelajah gua cukup dalam untuk melukis.
Salah satu lukisan prasejarah di Gua Altamira. (Foto: Dok. Museo de Altamira y D. Rodríguez via wikimedia commons)
Riset lukisan
Pada tahun 1902, ada sebuah riset Prancis yang membuktikan bahwa lukisan-lukisan tersebut berasal dari 14 ribu hingga 20 ribu tahun lalu.
Selain itu, pada 2008 ada sebuah riset yang menemukan adanya lukisan-lukisan berusia antara 10 ribu hingga 20 ribu tahun di Gua Altamira. Sementara lukisan tertua yang pernah ditemukan adalah gambar berbentuk pentungan berwarna merah yang diduga berusia sekitar 36 ribu tahun.
Menurut laporan Forbes, para arkeolog mendapatkan usia tersebut dengan menghitung rasio radioaktif elemen uranium berubah menjadi thorium-230. Karena diketahui lamanya perubahan uranium menjadi thorium-230 sekitar 245 ribu tahun, dengan membandingkan rasio dua elemen tersebut kita bisa mengestimasi usia dari batuan dan kemudian usia dari lukisan di atasnya.
ADVERTISEMENT
Sekarang Gua Altamira telah menjadi situs warisan dunia UNESCO dan dibuka untuk umum.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan