kumparan
31 Agu 2019 17:59 WIB

Gunung Merapi Luncurkan Guguran Lava Sejauh 700 Meter

Aktivitas Gunung Merapi terlihat dari kawasan Deles Indah, Sidorejo, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Senin (11/3/2019). Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah mengeluarkan dua kali guguran lava pijar pada Sabtu (31/8) dengan jarak luncur maksimum 500-700 meter.
ADVERTISEMENT
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida melalui keterangan resminya, Sabtu (31/8), sebagaimana diberitakan Antara, menyatakan guguran lava yang terpantau melalui CCTV pada periode pengamatan pukul 06:00-12:00 WIB pada Sabtu (31/8) ini meluncur ke arah hulu Kali Gendol.
Selain ada luncuran guguran lava, BPPTKG juga mencatat adanya 5 kali gempa guguran di gunung itu dengan amplitudo 4-8 mm selama 15.72 - 73.8 detik, 1 kali gempa low frequency dengan amplitudo 6 mm selama 12.56 detik, dan 1 kali gempa fase banyak dengan amplitudo 17 mm selama 8.24 detik.
Selanjutnya, ada juga 1 kali gempa tektonik lokal dengan amplitudo 50 mm selama 60.64 detik dan 1 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 5 mm selama 59.8 detik.
Aktivitas guguran awan panas kecil Gunung Merapi terlihat dari Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah. Foto: Antara/Aloysius Jarot Nugroho
Hasil pengamatan visual menunjukkan bahwa asap dari kawah Gunung Merapi teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 30 meter di atas puncak kawah.
ADVERTISEMENT
Cuaca di gunung itu cerah dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah utara, timur, dan tenggara. Suhu udara 22.5 - 29.3 derajat Celsius, kelembaban udara 19-60 persen, dan tekanan udara 628.3 - 708.5 mmHg.
Hingga saat ini BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.
BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi. Sehubungan semakin jauhnya jarak luncur awan panas guguran Merapi, BPPTKG juga mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.
Lebih lanjut, masyarakat diminta tidak terpancing oleh isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi atau kantor BPPTKG atau melalui media sosial BPPTKG.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan