kumparan
12 Sep 2019 10:20 WIB

Ilmuwan: Bumi Mungkin Sedang Mengalami Kepunahan Massal Ketujuh

Ilustrasi kepenuhan di Bumi. Foto: Pixabay
Para ilmuwan percaya bahwa saat ini Bumi sedang mengalami kepunahan massal keenam. Namun menurut hasil sebuah riset terbaru, ada satu peristiwa kepunahan di masa lalu yang mungkin belum tercatat oleh sejarah sehingga menjadikan kepunahan kali ini bisa jadi laik disebut sebagai kepunahan massal “ketujuh”.
ADVERTISEMENT
Hasil riset tersebut diungkapkan langsung oleh peneliti Michael Rampino dari New York University di AS dan Shu-Zhong Shen dari Nanjing University di China. Dalam laporan hasil riset yang diterbitkan di Jurnal Historical Biology tersebut, kedua ilmuwan itu menyebut hilangnya keanekaragaman hayati saat ini mungkin merupakan kepunahan massal “ketujuh”.
Mereka mengatakan peristiwa yang dikenal sebagai krisis keanekaragaman hayati juga pernah terjadi sekitar 260 juta tahun yang lalu, pada zaman akhir Guadalupian (Permian). Kepunahan ini disebabkan oleh letusan gunung berapi besar yang menghasilkan Emeishan, sebuah wilayah pegunungan yang terletak di barat daya China.
Ilustrasi gunung meletus. Foto: ANTARA FOTO/Adwit B Pramono
Menurut mereka, letusan tersebut telah memengaruhi kehidupan yang ada di darat dan di laut, sehingga mendorong terjadinya kepunahan massal.
ADVERTISEMENT
“Letusan besar-besaran seperti ini melepaskan gas rumah kaca dalam jumlah yang sangat besar, khususnya karbon dioksida dan metana, yang menyebabkan pemanasan global yang parah, dengan lautan lebih hangat dan miskin oksigen hingga tidak kondusif bagi kehidupan laut,” ujar Rampino dalam sebuah pernyataannya, seperti diberitakan Newsweek.
“Dalam hal ini kehilangan jumlah spesies dan kerusakan ekologi sangat tinggi, peristiwa akhir Guadalupian sekarang dikenal sebagai kepunahan massal besar, mirip dengan lima peristiwa kepunahan massal lainnya.”
Pada umumnya ilmuwan sepakat bahwa ada lima peristiwa kepunahan massal dalam catatan geologis yang pernah terjadi di Bumi. Masing-masing peristiwa telah memusnahkan sejumlah besar spesies dan menandai akhir dari masing-masing era geologis.
Planet bumi. Foto: Qimono via Pixabay
Secara berurutan, kepunahan ini dikenal sebagai Ordovisium (terjadi 443 juta tahun lalu), Devonian Akhir (372 juta tahun lalu), Permian (252 juta tahun lalu), Trias (201 juta tahun lalu), dan Cretaceous (66 juta tahun lalu).
ADVERTISEMENT
Peristiwa kepunahan pertama mungkin menjadi yang paling terkenal di antara yang lainnya karena diperkirakan telah memusnahkan sekitar tiga perempat spesies tumbuhan dan hewan di Bumi, termasuk semua dinosaurus. Menurut para ahli, kepunahan itu disebabkan oleh asteroid besar atau komet yang menghancurkan kehidupan di Bumi secara global.
Ilustrasi hantaman asteroid. Foto: 470906 via pixabay.
Sedangkan hilangnya keanekaragaman hayati pada saat ini telah digambarkan sebagai krisis kepunahan massal keenam yang terjadi di Bumi. Kondisi ini ditandai dengan banyaknya spesies hewan dan tumbuhan yang menghilang dengan cepat.
Sebuah laporan dari PBB yang dirilis baru-baru ini memperingatkan bahwa satu juta spesies di seluruh dunia berisiko menghilang karena invasi yang dilakukan manusia dan perubahan iklim.
“Sangat penting bagi kita untuk mengetahui jumlah kepunahan massal yang parah dan mengetahui apa penyebabnya,” ungkap Rampino. “Khususnya, keenam kepunahan massal besar yang berkorelasi dengan gejolak lingkungan yang menghancurkan.”
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·