kumparan
15 Mar 2019 10:34 WIB

Ilmuwan Temukan Cara Efektif untuk Hapus Kenangan Buruk

Ilustrasi punya kenangan buruk Foto: Pixabay
Sering kali kita ingin melupakan suatu kenangan buruk dengan cara melawannya, mengabaikannya, atau juga memblokirnya dari kehidupan. Sayang, semakin keras kita mencoba, ingatan tak sedap itu malah tetap bergentayangan di dalam pikiran. Seakan hal ini telah menjadi "hantu permanen" yang tak mungkin kita hapus.
ADVERTISEMENT
Menurut hasil studi terbaru para ilmuwan dari Texas University di Austin, Amerika Serikat, tak semestinya kita mengabaikan ingatan yang ingin kita hapus. Sebaliknya, kita harus menerimanya sebagai kejadian nyata dalam hidup kita dan dengan sengaja melibatkan otak untuk mengatasinya. Secara lebih detail, untuk melupakan sesuatu, maka kita harus benar-benar fokus untuk melupakannya pelan-pelan.
"Tingkat aktivitas otak yang moderat (menghindari perilaku yang ekstrem) sangat penting untuk mekanisme melupakan ini," kata Tracy Wang, psikolog dari Texas University, sebagaimana dilansir ScienceAlert. "Berusaha terlalu kuat untuk melupakan, dan itu akan memperkuat memori; sedangkan jika terlalu lemah, Anda tidak akan mampu menguranginya." paparnya.
Wang menuturkan, berusaha untuk secara aktif melupakan ingatan yang tidak diinginkan ternyata tidak hanya membantu mencegah otak Anda dari kelebihan beban. Hal ini juga memungkinkan seseorang beralih dari pengalaman dan emosi yang menyakitkan menuju ingatan yang mereka lebih suka.
ADVERTISEMENT
Di sisi lain, penelitian tentang cara melupakan kenangan buruk ini juga memberikan informasi baru. Dalam hasil studi terbaru ini para peneliti menemukan bahwa bagian otak yang sangat berperan dalam proses melupakan kenangan ialah bagian ventral dari korteks temporalis, yang membantu manusia memproses dan mengategorikan rangsangan visual.
Ilustrasi otak manusia. Foto: Shutterstock
Kesimpulan tersebut didasarkan kepada eksperimen terhadap 24 orang dewasa yang sehat. Dalam eksperimen ini para peneliti memperlihatkan gambar-gambar kepada para peserta, termasuk pemandangan dan wajah orang-orang yang diperintahkan untuk diingat atau dilupakan.
Selama percobaan, masing-masing aktivitas otak para peserta dipantau oleh mesin pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI). Alhasil, ketika para peneliti memeriksa aktivitas di bagian ventral dari korteks temporalis para peserta, ditemukan bahwa tindakan melupakan kenangan secara efektif memang terpusat di bagian ini.
ADVERTISEMENT
"Beberapa dekade penelitian telah menunjukkan bahwa kita memiliki kemampuan untuk secara sukarela melupakan sesuatu, tetapi bagaimana otak kita melakukan itu masih dipertanyakan." ucap Jarrod Lewis-Peacock, salah satu tim peneliti, seperti dikutip dari ScienceAlert.
Penemuan baru ini memberi petunjuk berbeda dengan banyak hasil dari penelitian sebelumnya tentang "melepaskan ingatan" secara sengaja, yang telah terlanjur diduga berfokus pada aktivitas otak di korteks prefontral dan hipokampus sebagai pusat memori otak.
Ilustrasi kenangan buruk Foto: Helmi Afandi/kumparan
Hasil penelitian dari tim Texas University ini akan sangat berguna bagi mereka yang memiliki masalah dengan trauma dan depresi masa lalu. "Kami mungkin ingin membuang ingatan yang memicu respons maladaptif, seperti ingatan traumatis, sehingga kami dapat merespons pengalaman baru dengan cara yang lebih adaptif," lanjut Lewis-Peacock.
ADVERTISEMENT
"Yang terpenting, adalah niat untuk melupakan itu meningkatkan aktivasi memori. Ketika aktivasi ini menyentuh sweet spot 'tingkat moderat', saat itulah prosesnya akan mengarah pada melupakan pengalaman itu (yang tidak diinginkan)," tutup Wang.
Jadi, jangan menolak terlalu keras kenangan buruk yang kita miliki dalam hidup ini. Sebaiknya terima saja dengan tenang kemudian fokus untuk perlahan mengihklaskannya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan