Pencarian populer

Ilmuwan Temukan Cara Ubah Karbon Dioksida Menjadi Plastik

Gas polusi (Foto: Pixabay)

Bertahun-tahun para ilmuwan berusaha mencari cara untuk mengurangi karbon dioksida yang merupakan penyebab pemanasan global.

Dan kini, para ilmuwan telah menemukan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi karbon dioksida, yakni dengan mengubahnya menjadi plastik.

Meskipun plastik sendiri tidak ramah lingkungan, tapi dengan mengubah karbon dioksida menjadi plastik, berarti kita bisa mengurangi gas polusi itu sekaligus mengurangi penggunaan bahan bakar fosil untuk membuat plastik.

Saat ini, penelitian sudah mampu mengubah gas yang sehari-hari kita buang itu menjadi etilena, senyawa alkena paling sederhana. Adapun bahan mentah untuk membuat plastik adalah polietilena, polimer yang terdiri dari rantai panjang monomer etilena.

“Saya pikir di masa depan akan terdapat banyak teknologi yang bisa mengubah sampah menjadi sesuatu yang berharga,” kata Phil De Luna dari University of Toronto yang menjadi peneliti utama dalam riset ini, dilansir Science Alert.

Rumus kimia karbon dioksida (Foto: Pixabay)

Cara Mengubah Karbon Dioksida Jadi Etilena

Dalam mengubah karbon dioksida menjadi etilena, tim peneliti menggunakan teknik yang melibatkan spektroskopi X-ray dan teknik modeling komputer di fasilitas milik Canadian Light Source (CLS) di University of Saskatchewan.

Dan berkat alat yang dikembangkan oleh peneliti senior CLS, Tom Regier, tim peneliti dapat mempelajari bentuk dan kandungan kimia katalis kunci dalam proses proses perubahan senyawa itu, dalam kondisi real time atau waktu yang sedang terjadi.

“Hal ini belum pernah dilakukan sebelumnya,” kata salah satu anggota tim peneliti, Rafael Quintero-Bermudez dari University of Toronto.

“Percobaan ini tidak bisa dilakukan di tempat lain di dunia dan kami senang melihat hasilnya,” tambah De Luna.

Katalis tembaga (Foto: Canadian Light Source)

Hanya Tembaga yang Dapat Jadi Katalis dalam Reaksi Kimia Ini

Katalis dibutuhkan untuk mengaktifkan reaksi dari reduksi karbon dioksida dan mengubah senyawa itu menjadi unsur kimia lain ketika terkena arus listrik. Meskipun ada banyak logam yang bisa menjadi katalis suatu reaksi kimia, sejauh ini kita hanya tembagalah yang diketahui dapat memproduksi etilena.

Para peneliti sedang mencari cara untuk mengontrol reaksi karbon dioksida, sehingga bisa menghasilkan etilena secara maksimal dan meminimalisasi produksi metana.

“Tembaga adalah logam yang ajaib,” kata De Luna. “Logam ini ajaib karena ia dapat menghasilkan berbagai kimia, seperti metana, etilena, dan etanol. Namun mengontrol reaksinya, itu yang sulit.”

Dengan adanya teknologi penangkap karbon yang baru, kita dapat mengurangi karbon dioksida dari atmosfer sekaligus menghasilkan plastik yang ramah lingkungan.

Selama energi yang dibutuhkan untuk menciptakan plastik ini dapat diproduksi oleh bahan bakar yang dapat diperbaharui, dan plastik yang diciptakan dapat didaur ulang, maka dampaknya akan positif.

Dengan produksi polietilina mencapai lebih dari 100 juta ton setiap tahunnya, produksi plastik dari karbon dioksida akan membawa banyak perubahan.

Penelitian lebih jauh tentulah dibutuhkan untuk menyempurnakan cara memproduksi plastik. Namun setidaknya, saat ini kita telah menemukan dasarnya.

“Kami hampir menyerah, tapi ketika hasilnya keluar, hasilnya sangat bagus dan kami sangat senang,” kata Quintero-Bermudez.

“Hasilnya sangat memuaskan.”

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Jumat,24/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23