Pencarian populer

Ilmuwan Temukan 'Jalan' Misterius di Dasar Lubang Laut Great Blue Hole

Great Blue Hole, Belize Foto: Flickr/Jason Ardell
Sebuah ekspedisi untuk menjelajahi Great Blue Hole, salah satu lubang bawah laut terdalam di dunia, telah dilakukan oleh sekelompok peneliti per Desember 2018 lalu. Sejumlah fakta menarik ditemukan, salah satunya 'jalan misterius'.
ADVERTISEMENT
Erika Bergman, kepala pilot kapal selam dalam proyek penelitian, berkata bahwa mereka telah mengamati jalur di dasar lubang yang belum teridentifikasi. Penemuan ini bisa menjadi bahan untuk studi lanjutan tentang sejarah Great Blue Hole.
Dengan dua kapal selam, Bergman dan tim ekspedisinya menangkap gambar baru dan bukti di dalam Great Blue Hole, serta menciptakan peta 3D tentang interior lubangnya.
"Kami telah menyelesaikan pemetaan peta 360 dan peta itu hampir selesai. Lubang itu terlihat keren, lapisannya saling tersirat, pemindaian sonar seluruh kedalaman lubang," kata Bergman kepada CNN Travel.
Great Blue Hole di Belize, Amerika Tengah. Foto: Twitter/@Discovery
Berjarak 70 kilometer dari Belize City, kota terbesar di Belize, Great Blue Hole adalah lubang bawah laut terdalam di dunia setelah Dragon Hole di Laut China Selatan. Ia memiliki diameter kurang lebih 300 meter dan kedalaman 125 meter.
ADVERTISEMENT
Great Blue Hole merupakan bagian dari gugusan terumbu karang Belize, yang terbesar kedua setelah Great Barrier Reef di Australia. Selain itu, ia juga bagian dari situs warisan dunia UNESCO.
Dilansir dari IFL Science, jalur ini tidak mungkin dibentuk oleh makhluk hidup karena dasar lubang tersebut hampir tidak memiliki oksigen. Tingkat oksigen di sana turun hingga nol di bawah lapisan hidrogen sulfida yang terletak sekitar 90 meter di bawah lubang.
Hal ini menciptakan lapisan yang menghalau sirkulasi air di lubang. Akibatnya, dasar laut dikotori oleh bangkai makhluk laut yang mati karena sesak napas.
'Jalur' ini diduga muncul akibat dari proses geologis. Great Blue Hole awalnya adalah gua. Sekitar 14.000 tahun yang lalu, jelang akhir Zaman Es terakhir, dunia mulai mencair dan permukaan laut naik secara dramatis, sehingga langit gua runtuh dan membentuk Great Blue Hole yang kita kenal sekarang ini.
ADVERTISEMENT
"Ini sangat anggun bahwa ada ruang di planet kita --dan sebagian besar di lautan-- itu persis seperti ribuan tahun lalu dan akan tetap sama seperti itu untuk ribuan tahun di masa depan," tambah Bergman.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.80