kumparan
12 Sep 2019 12:10 WIB

Kasir Jepang Curi 1.300 Nomor Kartu Kredit Pakai 'Ingatan Fotografis'?

Ilustrasi Kartu Kredit Foto: Pixabay
Seorang pria yang bekerja paruh waktu sebagai kasir di Tokyo dituduh mencuri nomor kartu kredit dari 1.300 orang. Pihak kepolisian setempat mengatakan bahwa pria ini hanya menggunakan otaknya untuk mencuri informasi itu.
ADVERTISEMENT
Yusuke Taniguchi ditangkap pada Kamis (5/9) lalu. CNN melaporkan bahwa penangkapan dilakukan setelah pihak polisi menemukan bahwa ia menggunakan informasi curian untuk membeli beberapa tas seharga 2.600 dolar AS atau sekitar Rp 36,5 juta pada Maret lalu.
Pihak polisi mengatakan bahwa pria berusia 34 tahun ini bisa mendapatkan informasi kartu kredit korbannya dalam waktu sebentar. Taniguchi bisa mendapat dan mengingat informasi itu saat korbannya sedang membayar barang belanjaan di toko tempatnya bekerja.
Menurut pihak polisi, Taniguchi bisa mengingat semua detail informasi dan menuliskannya di atas kertas. Informasi itu lalu Taniguchi gunakan untuk berbelanja di internet.
Ilustrasi kartu kredit Foto: Pixabay
Tapi, klaim polisi atas kemampuan ingatan fotografis Taniguchi agaknya kurang tepat. Sebab, sejauh ini para peneliti belum menemukan bukti adanya kemampuan ingatan fotografis itu.
ADVERTISEMENT
Daniel Burns, profesor psikologi di Union College, New York, AS, mengatakan bahwa sejauh ini kita baru mengetahui adanya sebuah kemampuan manusia yang bisa mengingat informasi dengan detail yang sangat baik. Kemampuan itu disebut dengan nama memori eidetik.
Burns menjelaskan, orang-orang sering mengaitkan memori eidetik dengan ingatan fotografis. Padahal, menurut Burns, para peneliti menganggap keduanya berbeda.
Orang dengan memori eidetik bisa mengingat suatu gambar dengan detail yang sangat baik meski baru melihatnya sekali. Kemampuan mengingat sangat mendetail itu bisa bertahan hingga empat menit.
Ilustrasi otak manusia. Foto: Shutterstock
Ia menambahkan bahwa memori eidetik paling sering ditemukan pada anak-anak berusia antara enam sampai 12 tahun. Menurut hasil sebuah riset yang dipublikasikan di jurnal Behavioral and Brain Sciences pada Desember 1979, kemampuan ini sangat jarang ditemukan pada orang dewasa.
ADVERTISEMENT
"Dalam pikiran kita, ingatan fotografis adalah kemampuan untuk melihat sesuatu dan berhari-hari kemudian bisa mengingat dengan jelas gambaran objek itu," kata Burns kepada Science Alert. "Hal itu sebenarnya tidak ada," lanjutnya.
Jennifer Coane, profesor psikologi di Colby College, AS, mengatakan bahwa kemampuan untuk mengingat sesuatu dengan sangat detail malah bisa mempersulit hidup seseorang.
"Anda tidak akan pernah bisa menghapus apapun dari pikiran Anda, karena semuanya akan terus menumpuk," kata Coane.
Ilustrasi otak. Foto: Thinkstock
Coane juga menjelaskan bahwa ada riset yang menunjukkan pentingnya melupakan suatu informasi. Menurut hasil riset yang dipublikasikan di jurnal Advances in Physiology Education pada 18 April 2019, melupakan suatu informasi bisa bermanfaat bagi proses belajar.
Sementara itu, pihak polisi belum mengatakan berapa lama waktu yang Taniguchi gunakan untuk melihat, mengingat, dan menulis informasi kartu kredit para korbannya. Menurut Coane, besar kemungkinan Taniguchi melatih dirinya sendiri untuk bisa mengingat sejumlah angka dengan sangat tepat.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·