Pencarian populer

Keramahan Seseorang Berkaitan dengan Afiliasi Politik dan Hasil Pemilu

Ilustrasi marah (Foto: Pixabay)

Dalam sebuah studi para peneliti menemukan bahwa tingkat keramahan seseorang dalam memperlakukan orang lain yang berbeda paham politik memiliki hubungan dengan hasil pemilu. Dalam hasil studi yang dipublikasikan di jurnal PLOS One itu, ditemukan bahwa sebelum pemilu 2016, para pemilih partai Demokrat di AS bersikap lebih ramah kepada para pemilih partai Republik.

Namun kemudian hal itu berubah setelah Presiden Donald Trump, sebagai wakil dari partai Republik, memenangkan pemilu AS.

Dilansir IFL Science, dalam studi tersebut tim peneliti meminta 200 orang peserta untuk membagi sejumlah uang pada sebuah kelompok yang terdiri dari tiga orang. Para peserta tidak diberitahukan siapa saja anggota kelompok mereka, tapi masing-masing dari mereka diberikan informasi bahwa ada satu, dua, atau tiga anggota kelompok yang memiliki afiliasi politik yang sama dengan mereka, dan sisanya berbeda pilihan politik.

Tes pemberian ini dilakukan dua kali. Yang pertama sebelum pemilu AS dan yang terakhir setelah pemilu selesai.

Hasil tes pertama adalah para peneliti menemukan bahwa sebelum pemilu para peserta tes yang memilih Partai Demokrat lebih dermawan dan tidak begitu mementingkan afiliasi politik penerima uang. Rata-rata mereka memberikan setengah uang mereka, dan hal ini tidak begitu berpengaruh pada afiliasi politik anggota-anggota dalam kelompok yang menerimanya.

Sementara itu peserta tes yang berafiliasi pada Partai Republik memberikan uang jauh lebih tinggi, sekitar 55 persen, kepada kelompok yang anggotanya memiliki afiliasi yang sama dengan mereka. Namun ketika diberi tahu bahwa dalam kelompok penerima terdapat orang yang mendukung partai Demokrat, jumlah uang yang diberikan jadi sekitar 37 persen saja.

Lalu pada tes yang kedua, setelah pemilu, tim peneliti menemukan perubahan terbesar pada sikap orang-orang yang memilih Partai Demokrat. Kali ini mereka yang berafiliasi dengan Partai Demokrat itu jadi lebih partisan dalam membagi uang. Mereka hanya memberi 38 persen uang pada kelompok yang di dalamnya terdapat pemilih Partai Republik.

Hillary Clinton saat kampanye pemilu presiden. (Foto: Reuters/Lucas Jackson)

Menurut peneliti, terdapat suatu korelasi signifikan antara perubahan respons pendukung Partai Demokrat dengan menurunnya kepercayaan diri mereka setelah kalah pemilu.

"Sebagaimana yang dikonfirmasi oleh survei, AS tetaplah terbagi secara mendalam, meski pemilu telah lewat berbulan-bulan. Hasil temuan kami mungkin bisa bertahan cukup lama," ujar Celia Moore, profesor dari Bocconi University sekaligus pemimpin studi.

Namun begitu, menurutnya, masih diperlukan lebih banyak lagi studi untuk mendukung hasil temuan ini. Sebab jumlah peserta yang digunakan masih terbilang sedikit.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Sabtu,25/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23