Pencarian populer

Ketiduran Saat Bekam, Seorang Wanita Terkejut Kulitnya Melepuh Parah

Ilustrasi terapi bekam. (Foto: massagenerds via Pixabay)

Saat bicara soal bekam, biasanya kita langsung membayangkan bekas kemerahan hingga kebiruan berbentuk bulat di kulit. Bekas tersebut adalah efek dari teknik pengobatan alternatif bekam, yang menggunakan suatu cangkir khusus untuk menyedot kulit di bagian-bagian tertentu tubuh.

Biasanya terapi bekam cukup aman dilakukan. Namun bagi seorang wanita di California, Amerika Serikat, bekam malah menjadi pengalaman tidak menyenangkan. Ia mengalami cedera akibat bekam. Kulitnya tidak hanya dipenuhi bekas kebiruan, tetapi juga melepuh.

Menurut laporan di studi kasus yang dipublikasikan di jurnal JAMA Dermatology, cedera terjadi karena ia menggunakan bekam sendiri dan ketiduran sebelum mencabut cangkir penyedot yang ia gunakan.

Kisahnya begini. Seorang wanita berusia 60 tahun yang namanya dirahasiakan itu baru saja mengalami cedera di bahu. Ia berusaha mengobati cederanya dengan melakukan terapi bekam kering.

Terapi bekam. (Foto: 7thedenspa via Pixabay)

Terapi itu diklaim bisa meningkatkan aliran darah ke area tubuh yang cedera dan bisa mengurangi ketegangan pada otot dan peradangan, serta mendorong penyembuhan pada daerah yang mengalami cedera.

Dalam terapi bekam, efek menyedot pada cangkir dibuat dengan memanaskan cangkir dari dalam atau menggunakan pompa kecil. Cangkir bekam biasanya diletakkan di atas kulit sekitar lima hingga 15 menit.

Pada kasus ini, sebagaimana dilansir Live Science, wanita tersebut menggunakan pompa kecil dalam terapi yang ia lakukan sendiri. Ia tertidur tak lama setelah memasang cangkir dan bangun 30 menit kemudian.

Proses bekam (Foto: Dok. Istimewa)

Saat bangun ia terkejut menyadari adanya bagian kulit melepuh berbentuk kantong berisikan cairan dengan ukuran yang cukup besar. Luka lepuhan ini berada di daerah di mana cangkir bekam dipakai dan berpola bundar.

Luka lepuhan itu terjadi karena efek menyedot membuat kerusakan pada kulit wanita tersebut.

"Efek penyedot cukup kuat untuk merobek kulit, memisahkan dua lapisan normal kulit," jelas Dr. Maria Wei, profesor dermatologi di University of California sekaligus salah satu peneliti dalam studi kasus ini, dilansir Live Science.

Menurut Wei, jika terapi bekam dilakukan dengan benar, hal seperti ini tidak akan terjadi. Tapi dalam kasus ini, penggunaan alat bekam tidak dilakukan dalam pengawasan ahli dan menyebabkan efek menyedot yang terlalu kuat serta merusak kulit.

Kasus ini menggarisbawahi perlunya pengawasan saat melakukan terapi bekam dengan alat seperti ini. Jika diawasi dengan benar, (terapi bekam) seharusnya tidak akan menjadi masalah.

- Dr. Maria Wei, Profesor Dermatologi di University of California

Di Indonesia, terapi bekam telah lama menjadi salah satu terapi alternatif. Namun di dunia terapi ini baru mulai mendapat banyak perhatian saat Olimpiade Musim Panas 2016. Kala itu punggung perenang Michael Phelps tampak memiliki bekas bekam, kulit kebiruan berbentuk lingkaran.

Meski banyak atlet telah mengatakan bahwa mereka mengalami efek positif dari terapi, hanya sedikit riset ilmiah atas terapi tersebut. Selain itu, masih tidak jelas apakah terapi memberikan manfaat karena efek plasebo atau bukan.

Wei mengatakan bahwa ia dan koleganya memutuskan untuk mempublikasikan gambar kejadian ini untuk memberi peringatan bagi pengguna terapi dan ahli lain atas potensi dampak negatif terapi ini.

Sementara itu, para ahli dilaporkan telah mengobati luka wanita itu dengan mengeluarkan cairan dalam luka lepuhan dan mengolesi gel obat ke bagian lukanya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.53