Pencarian populer

Kode Rahasia Kuno di Prancis Dijadikan Sayembara, Hadiahnya Rp 32 Juta

Sebuah batu bertuliskan kode rahasia berumur 230 tahun muncul di sebuah pantai di Prancis. Foto: AFP

Apakah kamu seorang ahli bahasa? Atau seorang filolog yang pandai menerjemahkan bahasa-bahasa kuno? Jika ya, ada baiknya kamu mengikuti sayembara yang diadakan di Prancis ini.

Sebuah desa di barat laut Prancis telah menawarkan hadiah sebesar 2.000 euro atau sekitar Rp 32 juta bagi siapa saja yang dapat mengartikan rangkaian huruf dan simbol rahasia yang ditulis di atas sebuah batu.

Batu itu terletak di sebuah pantai dekat desa Plougastel-Daoulas, Brittany, dan hanya dapat dilihat ketika air laut surut. Tulisan di batu tersebut diyakini telah dibuat sekitar 200 tahun lalu. Adapun batu itu sendiri telah kembali ditemukan sejak sekitar tiga atau empat tahun lalu, sebagaimana dilansir Live Science.

Tulisan di batu itu adalah berupa huruf-huruf kapital secara acak, simbol-simbol termasuk gambar perahu layar dan hati, serta keterangan tahun 1786 dan 1787. Véronique Martin, pejabat kota setempat, mengatakan kepada AFP bahwa tahun-tahun tersebut sesuai dengan waktu pembangunan beberapa baterai artileri (deretan senjata api seperti meriam) yang dibangun untuk melindungi benteng di dekatnya.

Apakah informasi mengenai pembangunan baterai artileri itu ada hubungannya dengan tulisan misterius tersebut telah membingungkan para peneliti, akademisi, maupun pemecah kode amatir selama bertahun-tahun. Kini, pemerintah kota setempat telah membuka sayembara kepada siapa saja yang dapat memecahkan kode rahasia yang ada di atas batu. Mereka memberikan tenggat waktu hingga 30 November mendatang.

Juri akan memutuskan, penjelasan mana yang paling benar maka berhak mendapatkan hadiah 2.000 euro. Adapun bagian huruf yang dapat dibaca dalam tulisan tersebut adalah “ROC AR B… DRE AR GRIO SE EVELOH AR VIRIONES BAOAVEL... RI OBBIIE: BRISBVILAR... FROIK... AL."

Pemerintah kota setempat mengatakan bahwa aturan lomba serta informasi lainnya telah tersedia di balai kota Plougastel-Daoulas. Namun, mereka belum memutuskan apakah para peneliti internasional dapat mengirimkan hasil terjemahannya secara online atau tidak.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23