Pencarian populer

Korea Utara Setop Program Nuklir karena Gunung Mereka Sudah ‘Lelah’?

Pertemuan Kim Jong-un dan Moon Jae-in (Foto: Reuters/Korea Summit Press Pool)
Korea Utara mengumumkan siap untuk menghentikan program nuklir serta melucuti semua senjata nuklir mereka usai pemimpin negara, Kim Jong-un, bertemu dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di wilayah perbatasan kedua negara pada Jumat (27/4).
ADVERTISEMENT
Meskipun penghentian program nuklir Korea Utara ini disebut karena kedua negara telah mulai berdamai, tapi ada juga yang menduga alasan dari keputusan Korea Utara ini adalah karena Gunung Mantap di negara mereka mulai ‘lelah’ akibat uji coba nuklir.
Gunung Mantap atau Gunung Mantapsan diduga mengalami ‘tired mountain syndrome’ atau sindrom gunung lelah.
Gunung Mantap adalah gunung di Korea Utara yang memiliki tinggi 2.200 meter. Di bawahnya terdapat sebuah terowongan tempat pengujian nuklir. Ahli geologi menduga ada retakan pada gunung tersebut yang disebabkan oleh tekanan dari uji coba nuklir.
Kim Jong Un dan senjata nuklir Korea Utara (Foto: North Korea's Korean Central News Agency (KCNA)/Reuters)
Uji coba nuklir terakhir dilakukan Korut pada September 2017 di Punggye-ri. Menurut The Washington Post sebagaimana dikutip Live Science, kekuatan bom nuklir ini 17 kali lebih hebat daripada bom nuklir Hiroshima tahun 1945. Bahkan, ledakan tersebut tercatat sebagai gempa berkekuatan 6,3 Magnitudo dan ada pergerakan pada Gunung Mantap.
ADVERTISEMENT
Dengan mengumpulkan data seismik berkualitas tinggi dan memeriksa citra satelit sebelum dan sesudah pengujian nuklir ini, ilmuwan dapat mengetahui bahwa gempa tersebut terjadi akibat uji coba nuklir.
Uji coba nuklir sebelumnya telah mengubah kemampuan wilayah tersebut untuk menahan tekanan tektonik. Gangguan lebih lanjut dan uji coba nuklir di masa depan di kawasan ini dapat menghasilkan gempa bumi yang lebih merusak.
Pengaruh Uji Coba Nuklir pada Gunung Mantap
Ketika nuklir diledakkan di dalam gunung, maka ledakan tersebut akan menghancurkan batuan di sekitarnya dan energi menyebar seperti gelombang, dan akan mempengaruhi batuan yang berada lebih jauh lagi bila dilakukan berulang-ulang.
“Mengingat sejarah uji coba nuklir Korea Utara yang dilakukan di bawah gunung ini, apabila dilakukan uji coba nuklir dengan kekuatan yang sama, maka akan terjadi keruntuhan dalam skala besar dan akan terjadi bencana alam,” tulis sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti dari China.
ADVERTISEMENT
Selain aktivitas tektonik yang merusak, pemerintah China juga mengkhawatirkan adanya debu radioaktif yang bisa masuk ke wilayah China melalui retakan dan lubang yang muncul di gunung yang mulai rusak itu. Sebab, gunung tersebut berada di wilayah dekat perbatasan antara Korea Utara dengan China itu.
Namun, sampai saat ini, belum ditemukan bukti adanya zat radioaktif di wilayah perbatasan China dan Korea Utara tersebut.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.80