Pencarian populer

LAPAN Ajak Warga Lihat Fenomena Bulan Merah Darah Pakai Teleskop

Video
Menjelang fenomena gerhana Bulan total alias Bulan merah darah pada 31 Januari mendatang, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) bersiap diri untuk mengadakan acara pengamatan fenomena tersebut.
ADVERTISEMENT
Acara ini nantinya akan dibuka untuk publik secara gratis. Hal ini sejalan dengan misi LAPAN untuk memberikan edukasi serta informasi pada masyarakat atas informasi astronomi.
"Tanggal 31 Januari saat gerhana Bulan total dan ini gerhananya di awal malam, itu dimanfaatkan oleh LAPAN untuk edukasi publik," kata Thomas Djamaluddin, Kepala LAPAN, saat ditemui oleh kumparan (kumparan.com).
Thomas Djamaluddin, Kepala LAPAN. (Foto: Mulki Razqa)
Acara ini nantinya akan digelar di berbagai fasilitas LAPAN. Thomas memaparkan, fasilitas LAPAN yang akan mengadakan acara pengamatan ini tersebar di sejumlah wilayah.
"Ada di LAPAN Bandung, Pusat Sains antariksa LAPAN Bandung, kemudian di LAPAN Sumedang, kemudian beberapa kantor LAPAN itu juga mengadakan kegiatan edukasi publik," ujar Thomas.
Loading Instagram...
Pada acara pengamatan Bulan merah darah 31 Januari, masing-masing fasilitas LAPAN itu akan menyediakan teleskop untuk mengamati Bulan merah darah itu secara lebih jelas.
ADVERTISEMENT
Harapannya, LAPAN bisa memberi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat langsung ke Bulan saat terjadi fenomena langka tersebut, karena terjadi bersamaan dengan fenomena lain, yaitu supermoon dan blue moon.
"Jadi bisa melihat purnama dan proses gerhana itu lebih baik lagi. Dilihat apa sih yang terjadi di Bulan (saat gerhana) dengan menggunakan teleskop," kata Thomas.
Tempat dan Waktu Pengamatan Super Blue Blood Moon (Foto: Sabryna Muviola/kumparan)
Thomas menekankan pentingnya pemahaman publik bahwa fenomena Bulan seperti purnama maupun gerhana Bulan sebenarnya bisa diperhitungkan. Menurutnya, dengan mengajak publik mengamati fenomena 31 Januari ini serta menjelaskan perhitungannya, masyarakat luas dapat memahami bahwa ilmu perhitungan astronomi terkait pergerakan Bumi serta benda angkasa lainnya sudah benar.
Thomas mengatakan masyarakat untuk menggunakan aplikasi-aplikasi astronomi yang telah tersedia untuk melakukan perhitungan astronomi seperti ini. Atau bisa juga melihat web-web yang telah menyediakan hasil perhitungannya, misalnya saja situs web NASA.
ADVERTISEMENT
Hal ini dikarenakan, akan sangat sulit dan kompleks untuk melakukan perhitungan astronomi secara manual.
"Kalau menghitung sendiri itu rumit. Mahasiswa astronomi pun kalau menghitung sendiri ya bisa, tapi lama," ujarnya.
Ingin menikmati suguhan pemandangan unik Bulan merah darah yang langka sekaligus bisa memahami fenomenanya? Yuk, silakan merapat ke fasilitas-fasilitas LAPAN pada 31 Januari malam mendatang.
Bulan Merah Darah Akhir Januari (Foto: Chandra Dyah A/kumparan)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.81