kumparan
31 Mar 2018 15:04 WIB

LAPAN: Stasiun Antariksa Tiangong-1 Akan Jatuh pada 2 April 04.29 WIB

Tiangong-1 (Foto: Reuters)
Indonesia terancam kejatuhan stasiun luar angkasa milik China, Tiangong-1. Sebab, menurut prediksi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), wilayah Indonesia termasuk ke dalam area yang berpotensi menjadi lokasi jatuhnya stasiun antariksa tersebut.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan hasil pengamatan LAPAN, lokasi Tiangong-1 kini sudah berada di ketinggian 178 kilometer dari permukaan Bumi.
Wilayah yang terancam kejatuhan Tiangong-1 (Foto: LAPAN)
Namun begitu, LAPAN mengatakan masih terlalu dini untuk mengetahui di mana posisi persis bakal jatuhnya Tiangong-1. Selain itu, mereka juga masih belum bisa memastikan apakah Indonesia sudah aman atau belum dari risiko jatuhnya stasiun antariksa seberat 8,5 ton tersebut.
"Sampai sekarang kami baru bisa (akan) mengatakan aman atau tidak (apakah akan jatuh di Indonesia) pada tanggal 1 April,” kata Tiar Dani, peneliti astronomi dan astrofisika dari LAPAN yang bertugas mengamati jatuhnya Tiangong-1, saat ditanya kumparanSAINS (kumparan.com), Sabtu (31/3).
Data terkini yang diperoleh LAPAN menunjukkan Tiangong-1 akan melakukan re-entry atau masuk kembali ke Bumi pada 1 April 2018 pukul 21.29 UTC ± 10 Jam, atau 2 April 2018 pukul 04.29 WIB. “Data masih akan terus berubah. Semakin dekat ke atmosfer, data akan berubah dengan lebih cepat,” ujar Tiar.
ADVERTISEMENT
Benda asing dari luar angkasa akan dikatakan melakukan re-entry atau masuk kembali ke dalam atmosfer Bumi ketika sudah berada di ketinggian 120 kilometer.
“Pengalaman kami, kalau ada benda asing yang jatuh, ada yang dalam sehari bisa kita prediksi tidak akan jatuh di Indonesia. Tapi ada juga yang hitungan menit baru bisa dipastikan Indonesia aman," jelas Tiar.
Satelit di luar angkasa (Foto: Wikimedia Commons)
Sempat Mengalami Perlambatan
Proses jatuhnya Tiangong-1 sempat mengalami perlambatan pada Kamis (29/3). Kecepatan jatuhnya kala itu hanya 3 kilometer per hari, sehingga perkiraan waktu jatuhnya stasiun antariksa China tersebut sempat bergeser antara 1-3 April 2018.
“Perlambatan memang ada. Karena mendekati atmosfer Bumi, perlambatan semakin dinamis. Kemarin itu ada badai geomagnet skala kecil. Kami menduga itu agak memperlambat (jatuhnya Tiangong-1),” papar Tiar.
ADVERTISEMENT
Namun begitu, data terbaru LAPAN menyebutkan kecepatan penurunan Tiangong-1 hari ini bertambah menjadi 9 kilometer per hari. Maka, sampai saat ini, kemungkinan jatuhnya stasiun antariksa tersebut diperkirakan akan terjadi antara 1-2 April 2018.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·