kumparan
2 Mar 2018 21:41 WIB

Menahan Berak Bisa Jadi Penyebab Kanker Usus Besar

Ilustrasi perut sakit (Foto: Dok. Thinkstock)
Selain merusak konsentrasi dan membuat tidak nyaman, ternyata ada satu lagi dampak berbahaya dari menahan buang air besar (BAB) ataupun sulitnya BAB, yaitu kanker.
ADVERTISEMENT
Dr. Muliono, Health Advisor St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, menjelaskan bahwa salah satu penyebab meningkatnya kasus kanker usus besar adalah buruknya gaya hidup sekarang ini.
"Kanker usus besar naik kasusnya karena pola makan semakin buruk dan sulit BAB," ujarnya di acara seminar tanya jawab kanker di Hotel Santika Premier Slipi, Jumat (2/3) malam.
Oleh karena itu, bila seseorang merasa sulit BAB, sebaiknya terus berusaha agar bisa segera berak untuk mencegah terjadinya kanker usus besar.
Dr. Muliono (Foto: Zahrina Yustisia/kumparan)
Mengapa Menahan Berak Bisa Sebabkan Kanker Kolon?
Muliono menjelaskan, kanker kolon bisa terjadi dikarenakan bakteri pembusuk di usus yang bekerja dalam proses pembusukan makanan akan merusak sel usus besar ketika terlalu lama di dalam organ tersebut. Hal itu mulanya akan menyebabkan timbulnya polip pada usus besar.
ADVERTISEMENT
"Awalnya muncul polip seperti bisul yang (tumbuh) besar dan banyak. Kalau dibiarkan bukan tidak mungkin bisa menjadi kanker," jelas Muliono.
Kanker usus besar atau kanker kolon memang jarang menyerang kaum muda. Mengutip Alodokter, sebagian besar penderita kanker usus besar atau kanker kolon adalah lansia berusia di atas 60 tahun.
Namun begitu menurut Muliono, kanker kolon kini telah menjadi salah satu kanker yang banyak terjadi di Indonesia.
"Kanker paru, kanker hati, prostat, payudara dan serviks. Dan sekarang ada kanker kolon," imbuhnya.
Ia menuturkan, kanker tersebut bisa dicegah dengan menjalani pola makan yang baik dengan mengonsumsi makanan yang beragam serta menerapkan gaya hidup bersih dan sehat yang jauh dari rokok dan alkohol serta rutin melakukan olahraga.
Masalah buang air besar. (Foto: Thinkstock)
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·