Pencarian populer

Mengenang Rovicky Dwi Putrohari si Pendongeng Geologi yang Telah Pergi

Rovicky Dwi Putrohari Foto: Rovicky Dwi Putrohari/Facebook

Rovicky Dwi Putrohari telah pergi. Ia meninggal pada usia 56 tahun di RSPI Pondok Indah, Jakarta, Senin, 4 Maret 2019.

Rovicky pernah menjabat sebagai Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) 2011-2014. Tapi ia punya julukan lain yang akan terus kita kenang, yaitu si Pendongeng Geologi.

Julukan pria yang lahir 12 Maret 1963 ini berasal dari blog "Dongeng Geologi" miliknya. Blog yang telah ia kembangkan sejak 1998 itu berisi segala macam informasi tentang geologi.

Rovicky Dwi Putrohari si Pendongeng Geologi Foto: Rovicky Dwi Putrohari/Facebook

Rovicky gemar menulis. Dalam wawancara dengan Majalah Energia dia mengaku sering mengirimkan tulisan ke berbagai surat kabar saat masih di sekolah menengah dan kuliah.

Sekarang tulisan-tulisannya di blog Dongeng Geologi telah dibaca oleh ratusan ribu orang. Ketika terjadi bencana geologi di Indonesia, jumlah pembacanya biasanya semakin membengkak.

Si pendongeng geologi ini memang geolog kawakan. Ia menamatkan pendidikan S1 di Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada pada 1983. Ia kemudian meraih gelar masternya pada bidang Geofisika di Universitas Indonesia tahun 1998.

Pria kelahiran Yogyakarta ini mengaku memilih geologi karena gemar naik gunung. Rovicky juga punya alasan unik lain memilih geologi.

"Saya juga masuk geologi karena paling sedikit matematikanya dibandingkan jurusan teknik yang lain," ujar pria yang akrab dipanggil pakde ini kepada Majalah Energia.

Ia punya berbagai pengalaman kerja puluhan tahun di perusahaan-perusahaan minyak dan gas bumi. Perjalanannya sebagai geolog di bidang migas dimulai saat bergabung dengan Hudbay Oil pada 1987.

Rovicky Dwi Putrohari, geolog pengelola blog 'Dongeng Geologi'. Foto: Dok. Rovicky Dwi Putrohari via Facebook

Setelah 18 tahun bersama perusahaan yang akhirnya dibeli Kondur Petroleum itu, Rovicky "hijrah" ke luar negeri. Ia memutuskan bekerja di perusahaan Shell di Brunei Darussalam hingga 2003.

Rovicky sempat kembali ke tanah air. Selama satu tahun ia bekerja untuk Total E&P Indonesia di Balikpapan. Setelahnya ia kembali berpetualang ke luar negeri.

Pada 2004 Rovicky bergabung dengan Murphy Oil Corp di Kuala Lumpur, Malaysia. Setahun kemudian ia pindah ke Hess Oil and Gas Kuala Lumpur.

Pada 2010 ia memutuskan pulang ke Indonesia. Jakarta jadi tujuannya. Ia bekerja di HESS Oil and Gas Jakarta sampai 2014. Dan terakhir, sejak 2014 hingga akhir hayatnya ia menjabat sebagai Vice President Exploration di Saka Energi Indonesia.

Selamat jalan, Pakde Rovicky. Ilmu yang telah dirimu bagikan akan membuat jasa dan kenangan tentangmu terus abadi bagi kita semua.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57