kumparan
29 Mar 2018 7:06 WIB

Mumi Berumur 2.500 Tahun Ditemukan Kembali setelah 150 Tahun Diabaikan

Mumi Berumur 2.500 Tahun Ditemukan Kembali (Foto: Colin Packham/Reuters)
Bayangkan Anda sedang membersihkan gudang dan tiba-tiba menemukan mumi berumur 2.500 tahun saat membuka suatu peti mati. Menyeramkan?
ADVERTISEMENT
Bagi para peneliti di Australia, hal itu adalah anugerah tersendiri.
Dilansir Reuters, para peneliti di University of Sydney, Australia, menemukan kembali sebuah sarkofagus berisikan mumi dari zaman Mesir kuno. Mumi yang berusia 2.500 tahun itu ternyata telah disimpan selama lebih dari satu abad di gudang bawah tanah universitas tersebut.
Ternyata saat University of Sydney menerima sarkofagus tersebut 150 tahun lalu, terjadi kesalahan dalam pendataannya yang mengatakan bahwa sarkofagus tersebut kosong.
Namun pada 2016, ketika para peneliti membuka tutup dari sarkofagus itu, mereka menemukan mumi tersebut. Keadaan mumi itu sudah sangat compang-camping dan hampir hancur.
Mereka kemudian berusaha menyelamatkan mumi itu dan sekaligus mempelajarinya.
Mumi Berumur 2.500 Tahun Ditemukan Kembali (Foto: Colin Packham/Reuters)
Arti Penemuan Kembali Mumi Ini
Temuan ini memberikan kesempatan bagi para peneliti untuk bisa mempelajari mumi tersebut dan bagaimana manusia Mesir kuno hidup.
ADVERTISEMENT
"Kita bisa mulai mencari jawaban melalui tulang-belulangnya mengenai patologi, pola makan, penyakit, serta gaya hidup orang (mumi) itu --bagaimana mereka hidup dan mati," ujar Jamie Fraser, kurator senior Nicholson Museum.
Dari hieroglif, tulisan Mesir kuno, pada sarkofagus tersebut dijelaskan bahwa penghuninya adalah seorang perempuan bernama Mer-Neith-it-es.
Para peneliti meyakini bahwa Mer-Neith-it-es adalah pendeta tinggi di Mesir pada 600 S.M. Namun demikian, menurut laporan ABC News, ada kemungkinan bahwa penghuni dari sarkofagus bukanlah si Mer-Neith-it-es.
Sebab, sering kali mumi dalam sarkofagus diganti oleh penjual barang antik. Selain itu, dijelaskan juga bahwa mumi yang ditemukan kembali itu tidak lengkap dan tampak telah dijarah sebelumnya.
Namun demikian, temuan langka ini tetap sangatlah berarti bagi para peneliti. Sebab, mereka dapat memindai dan mempelajari tulang-belulang dari mumi tersebut.
ADVERTISEMENT
"Kita bisa mempelajari banyak hal," ujar Connie Lord, ahli sejarah Mesir kuno. "Ini adalah temuan yang luar biasa, saya tidak tahu apakah orang lain pernah menemukan hal yang sama," imbuhnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·