Pencarian populer

Organisme Mikroskopis Birukan Perairan Istanbul Turki

Birunya perairan Istanbul. (Foto: AP Photo/Lefteris Pitarakis)

Tingginya jumlah organisme mikroskopis telah mengubah warna tepian kota Istanbul. Dilansir Associated Press, Jumat (16/6), peristiwa alami yang lazim disebut sebagai “ledakan populasi fitoplankton” ini telah mengubah perairan Selat Bosporus dan Teluk Tanduk Emas yang normalnya berwarna gelap menjadi biru muda.

Ledakan polulasi fitoplankton adalah sebuah peristiwa yang terjadi ketika jumlah mikroorganisme itu meningkat secara drastis. Banyaknya jumlah fitoplankton yang membanjiri Laut Hitam merupakan penyebab perairan di Bosporus dan Tanduk Emas menjadi biru.

Birunya perairan Istanbul. (Foto: AP Photo/Lefteris Pitarakis)

Berat Haznedaroglu, seorang insinyur lingkungan di Turki mengatakan hal ini sebenarnya adalah kejadian normal yang terjadi setiap tahun.

Haznedaroglu yang sehari-hari bekerja di Institute of Environmental Sciences di Universitas Bogazici, Istanbul, menjelaskan, "Tahun ini kami mendapat banyak hujan yang membawa nutrisi dari gurun Sahara ke Laut Hitam, yang menciptakan lingkungan optimal untuk para fitoplankton ini berkembang."

[Baca juga: 13 Orang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter Militer di Turki]

Birunya perairan Istanbul. (Foto: AP Photo/Lefteris Pitarakis)

Perairan Laut Hitam yang berada di utara Istanbul, kota terbesar di Turki, terhubung langsung dengan Selat Bosporus dan Teluk Tanduk Emas.

Bosporus adalah selat yang memisahkan Eropa dan Asia sekaligus menghubungkan Laut Hitam ke Laut Marmara. Selat ini merupakan jalur air yang sangat sering digunakan oleh sejumlah transportasi laut. Adapun Tanduk Emas merupakan teluk yang berada di tepian Laut Marmara.

[Baca juga: 564 Tahun Penaklukan Konstantinopel oleh Muhammad Al-Fatih]

Birunya perairan Istanbul. (Foto: AP Photo/Lefteris Pitarakis)

Dalam sebuah publikasi yang diterbitkan bersamaan dengan gambar citra satelit Laut Hitam, NASA mengatakan proses perubahan warna pada perairan itu kemungkinan terjadi karena pesatnya pertumbuhan fitoplankton tertentu yang disebut coccolithophore.

Keberadaan fitoplankton sebenarnya mendukung kehidupan ikan, kerang, dan organisme laut lainnya. Sebab, mikroorganisme itu sebenarnya merupakan makanan alami bagi hewan-hewan laut itu.

[Baca juga: Hagia Shopia: Saksi Perjalanan Konstantinopel Menuju Istanbul]

Birunya perairan Istanbul. (Foto: AP Photo/Lefteris Pitarakis)

Namun begitu, jika jumlah organisme mikroskopis ini terlalu banyak, hal ini dapat menyebabkan matinya hewan-hewan laut itu. Sebab, keberadaan fitoplankton yang terlalu banyak dapat mengakibatkan turunnya kadar oksigen di dalam air.

Jumlah fitoplankton yang banyak itu akan menyedot secara cepat oksigen yang ada di dalam air. Akibatnya, hewan-hewan laut itu dapat mati akibat kehabisan oksigen untuk bernapas.

[Baca juga: Merayakan Penaklukan Konstantinopel dengan Rekor Dunia]

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23