Paus Mati di Pantai Filipina, Dalam Perutnya Ada 40 Kilogram Plastik

18 Maret 2019 21:13 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Paus mati di Filipina, dalam perutnya ada 40 kilogram plastik. Foto: Darrell Blatchley/D' Bone Collector Museum Inc via Facebook
zoom-in-whitePerbesar
Paus mati di Filipina, dalam perutnya ada 40 kilogram plastik. Foto: Darrell Blatchley/D' Bone Collector Museum Inc via Facebook
ADVERTISEMENT
Seekor paus ditemukan mati di pantai Filipina. Di dalam perutnya ada 40 kilogram sampah plastik yang diduga menjadi penyebab kematian hewan malang ini.
ADVERTISEMENT
Ahli biologi kelautan dari D’Bone Collector Museum di Davao, Filipina, menemukan tubuh mati si paus pada Sabtu (16/3). Mereka jugalah yang menemukan 40 kilogram sampah plastik di dalam perut paus jenis Curvier Beaked atau Ziphius cavirostris itu.
"Ada 40 kilogram kantong plastik, di antaranya ada 16 karung beras. Ada empat tas plastik besar dan banyak plastik belanjaan," papar tim tersebut, sebagaimana dilansir The Guardian.
Tim ahli biologi D’Bone Collector Museum mengunggah hasil autopsi perut si paus malang di Facebook. Dari situ kita bisa melihat kantong-kantong plastik yang membunuh si paus.
"Ini adalah jumlah plastik terbanyak yang pernah kita lihat di dalam seekor paus," papar tim ahli biologi kelautan yang melakukan autopsi.
ADVERTISEMENT
"Ini sangat menjijikkan. Pemerintah harus melakukan tindakan terhadap mereka yang terus memperlakukan saluran air dan lautan sebagai tempat sampah," tambah mereka.
Penggunaan kantong plastik sekali pakai merajalela di Asia Tenggara. Pada 2017, Ocean Conservancy melaporkan bahwa jumlah sampah plastik dari China, Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam jauh lebih banyak dari sampah plastik negara-negara lain di seluruh dunia.
Pemilik D’Bone Collector Museum sekaligus ahli biologi kelautan, Darrell Blatchley, mengatakan bahwa dalam 10 tahun terakhir timnya telah mempelajari banyak kasus kematian paus dan lumba-lumba. Ia mengatakan bahwa mereka menemukan ada 57 hewan yang mati akibat penumpukan sampah dan plastik di perutnya.
Temuan 40 kilogram plastik di dalam perut si paus. Foto: Darrell Blatchley/D' Bone Collector Museum Inc via Facebook
Kejadian serupa pernah terjadi di Indonesia. Pada 20 November 2018, seekor paus sperma (Physeter macrocephalus) terdampar di Pulau Kapota, Wakatobi. Di dalam perutnya, ditemukan 5,9 kilogram sampah plastik. Sampah-sampah tersebut terdiri dari plastik keras 19 buah seberat 140 gram, botol plastik 4 buah 150 gram, kantong plastik 25 buah 260 gram.
ADVERTISEMENT
Tak cuma itu, dalam perut paus tersebut bahkan ditemukan sandal jepit 2 buah seberat 270 gram hingga tali rafia 3,6 kilogram dan gelas-gelas plastik. Barang-barang yang terbuat dari plastik yang ada di dalam tubuh paus itu memang barang yang biasa digunakan oleh manusia.