kumparan
15 Mar 2019 14:38 WIB

Peneliti Temukan Fosil Leluhur Monyet Dunia Lama Berusia 22 Juta Tahun

Monyet Foto: Shutter Stock
Peneliti akhirnya menemukan bukti keberadaan leluhur spesies monyet dunia lama yang telah menjadi misteri selama berabad-abad. Mereka menemukan bukti keberadaan spesies kuno ini di sebuah daratan tandus di Nakwai, Turkana, Kenya.
ADVERTISEMENT
Bukti yang ditemukan tim ilmuwan dari University of Texas di AS bersama Museum Nasional Kenya dan lembaga lainnya adalah fosil gigi milik leluhur monyet dunia lama di tiga lokasi berbeda. Gigi yang paling baru ditemukan diperkirakan berusia 22 juta tahun.
Penemuan yang laporannya sudah dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences ini menjadi titik terang bagi peneliti untuk mengidentifikasi spesies baru yang kini telah diberi nama ilmiah Alophia metios.
Selain itu, gigi yang diperkirakan berusia 22 juta tahun itu juga dapat mengungkap asal mula monyet dunia lama, Cercopithecoidea. Cercopithecoidea merupakan keluarga primata terbesar yang terdiri dari 138 spesies asli Afrika dan Asia, termasuk babon dan kera.
Selama bertahun-tahun aspek-aspek penting dari evolusi Alophia telah menjadi misteri. Sebelumnya, peneliti hanya menemukan dua fosil gigi dari spesies tersebut yang berusia 19 juta tahun dari Uganda, dan gigi berusia 25 jutaan tahun dari Tanzania.
ADVERTISEMENT
Dengan demikian, penemuan gigi Alophia di Kenya setidaknya telah membantu mengisi kekosongan enam juta tahun dalam catatan fosil monyet dunia lama.
Monyet Berendam di Taman Monyet Jigokudani Foto: Shutter Stock
“Penemuan Alophia (primata atau monyet) kali ini telah membantu menjawab salah satu misteri besar yang belum terpecahkan dalam evolusi primata,” ujar Ellen Miller dari Wake Forest University selaku penulis dari penelitian ini.
Para peneliti menemukan gigi Alophia terbaru di sebuah wilayah yang sangat gersang. Mereka memperkirakan, jutaan tahun lalu tempat itu adalah hutan yang menjadi rumah bagi beberapa hewan lainnya. Sebab, selama tim melakukan penggalian, mereka juga menemukan fosil-fosil makhluk lain, termasuk reptil dan gajah purba.
Awalnya, para ilmuwan lain sempat mengira bahwa fosil gigi yang mereka temukan itu adalah gigi babi. Secara khusus, Alophia tidak memiliki gigi molar atau geraham besar yang disebut sebagai bilophodonty. Gigi ini justru dimiliki oleh semua monyet dunia lama di zaman modern.
ADVERTISEMENT
Analisis terhadap fosil gigi Alophia menunjukkan bahwa mereka mungkin mengonsumsi makanan keras, seperti buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Tetapi, seiring berjalannya waktu, Alophia kemudian mulai memakan makanan yang lebih halus, seperti daun, yang dapat mendorong evolusi munculnya bilophodonty pada monyet dunia lama di zaman modern.
Evolusi ini memungkinkan mereka untuk memproses berbagai makanan yang lebih beragam, sehingga dapat menjaga kelangsungan hidup spesies mereka.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan